SAMARINDA - Daerah yang perjuangan untuk mengatasi kasus covid-19 cukup berat di Kaltim, adalah Balikpapan. Sejak awal kasus ini muncul,  Balikpapan menjadi daerah yang hampir selalu memiliki kasus positif covid 19 tertinggi di Kaltim dibandingkan kota atau kabupaten lainnya.

Namun, upaya Balikpapan untuk mengatasi kasus covid 19 berbuah manis. Karena hingga Jumat (19/11), di Balikpapan hanya tersisa 17 kasus covid-19. Padahal sebelumnya kasusnya bisa mencapai ribuan orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padillah Mante Runa pun memaparkan kota ini mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Balikpapan masuk sebagai Kota Terbaik dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dalam upaya  penanganan pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, Kota Balikpapan masuk sebagai kota terbaik ke empat se Indonesia dalam pelaksanaan 3T, dalam upaya penanganan pandemi Covid-19, setelah Surabaya, Bandung dan Jakarta Timur," ungkap Padillah.

Padilah menjelaskan Balikpapan merupakan kota paling tertinggi di Kaltim dalam kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, atas kerja keras Satgas Penanganan Covid-19 sinergi masyarakat, akhirnya kasus positif melandai, warga sembuh juga banyak dan kasus meninggal dunia semakin berkurang.

Ditambahkan, keberhasilan Balikpapan meraih penghargaan dalam tindakan 3T penanganan Covid-19, merupakan upaya kerja keras Pemkot Balikpapan melalui Satgas Penanganan Covid-19, beserta dinas instasi terkait, rumah sakit, serta dukungan masyarakat Balikpapan.

"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Provinsi Kaltim, khususnya pemerintah dan warga Kota Balikpapan," ujarnya. (nyc)