SAMARINDA - Sudah beberapa bulan belakangan kasus covid-19 di Kaltim terus menurun. Disadari penurunan ini telah membuat Sebagian besar masyarakat menjadi longgar protokol kesehatannya. padahal vaksinasi Kaltim belum 100 persen dan kasus penularan masih terus ada. 

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Muhammad Sa’bani mengatakan, penularan Covid-19 di Kaltim dan Indonesia sudah melandai. Bahkan pelandaiannya, menurut Sa'bani memacu Prokes melonggar di berbagai tempat dan aktivitas.

Selain itu, diakuinya, tampak masyarakat terhadap wajib memakai masker, merasa bukan sesuatu yang harus dilakukan. Padahal, pakai masker itu wajib. "Selayaknya, kondisi ini harus disadari masyarakat agar tetap waspada, serta disiplin protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Sa’bani.

Sementara itu, pemerintah juga berusaha untuk melakukan operasi agar masyarakat tidak lelah untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Memakai masker yang menjaga kebersihan diharapkan menjadi kebiasaan baru. Bukan karena keterpaksaan. 

Di sisi lain, semakin dipercepatnya vaksinasi Covid-19, tentu mempercepat pula kekebalan tubuh bahkan terbentuk herd immunity. Sa'bani mengingatkan kabupaten dan kota bisa terus melakukan akselerasi vaksin Covid-19. "Sehingga terberntuknya herd immunity atau kekebalan komunal pada akhir tahun bisa mencapai 100 persen,” harap Sa’bani.

Sehingga kasus covid-19 bisa dikendalikan. Jadi tidak menjadi momok seperti yang terjadi saat ini. ekonomi menggeliat, pendidikan juga terus berkembang, dan semua sektor pun bisa kembali normal seperti sedia kala. (nyc)