Persoalan pembebasan lahan masih menjadi momok untuk menyelesaikan pembangunan jalan di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu menuju Samarinda. Biaya pembebasan lahan ditaksir mencapai Rp 50 miliar.

 

TENGGARONG - Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Restu Irawan mengatakan, saat awal perencanaan kegiatan tersebut, anggaran pembebasan lahan sekitar Rp 70 miliar. Namun, sebagian sudah dilakukan pembebasan lahan.

Pihaknya pun berencana melakukan pengajuan anggaran melalui bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov Kaltim dan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN. “Kita ajukan kembali anggarannya melalui sumber pembiayaan lain, seperti bankeu dan DAK,” katanya.

Jika sebelumnya akses jalan Jongkang menuju Samarinda memiliki dua jalur, namun kali ini akses jalan tersebut rencananya hanya dibangun satu jalur. Hal ini untuk memprioritaskan penyelesaian dan pemanfaatan kegiatan. “Yang terpenting bisa dimanfaatkan dulu,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltim dapil Kukar Salehuddin mengharapkan akses jalan tersebut tak dibiarkan mangkrak. Dengan demikian, progres pelaksanaan pembangunan jalan bisa dilaksanakan dengan baik.

Ia meminta Pemkab Kukar melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut, sehingga bisa diketahui kendala dan hambatan yang dihadapi. “Kami harap pembebasan lahan bisa segera dianggarkan supaya masyarakat tidak dirugikan,” kata politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, proyek jalan ini mulai dicanangkan pada 2013 lalu oleh Pemerintah Daerah Kukar. Dengan sistem multiyears contract (MYC), disebut-sebut nilainya mencapai sekitar Rp 252 miliar lebih. Namun, hingga kini belum jelas kelanjutannya.

Hal tersebut karena lahan yang digunakan masih milik warga dan masih ada yang belum dilakukan proses ganti rugi oleh pemerintah daerah. (qi/kri/k16)