Kunjungan pelancong ke Bumi Batiwakkal diprediksi mengalami lonjakan pada Oktober hingga Desember nanti.

 

Status Berau saat ini sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Diperkirakan ada peningkatan wisatawan yang datang hingga 2,5 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dari pendataan yang dilakukan, ada dua wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Berau pada Oktober lalu. Sementara untuk wisatawan Nusantara (wisnus), jumlahnya mencapai 5.687 orang.  

“Data bulan Oktober itu belum seluruhnya. Tapi sudah menunjukkan tren positif. Insyaallah, diprediksi naik 2,5 persen di akhir tahun nanti,” terang Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau Abdul Madjid. Majid menuturkan, pada September lalu tidak ada wisman yang datang. Sebab saat itu Berau masih masuk PPKM Level 3. “Kalau sekarang sudah tidak ribet aturannya, hanya menggunakan antigen saja, sudah bisa masuk,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pihaknya terus berupaya mendampingi masyarakat, untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan setelah dihantam pandemi nyaris dua tahun. Tentu butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan sektor pariwisata. Namun Majid optimistis, dengan terus meningkatnya wisatawan, bisa memulihkan perekonomian secara perlahan. “Hotel-hotel sekarang mulai terisi, kunjungan ke Derawan, Maratua, dan pesisir selatan Berau, juga mulai membaik,” katanya. 

Terpisah Ketua DPRD Berau Madri Pani menuturkan, dirinya mengapresiasi kinerja dari Disbudpar untuk terus memajukan pariwisata. Tapi dirinya mengingatkan, dengan kenaikan jumlah wisatawan, juga dibarengi rasa tanggung jawab untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek wisata, guna mencegah munculnya klaster baru. "Potensi itu bisa muncul kapan saja, jadi jangan abai sama prokes," tegasnya.

Dia meminta Disbudpar untuk turun tangan bersama satgas masing-masing kecamatan, dalam melakukan pengawasan dan pemberian imbauan kepada para wisatawan. Di sisi lain, politikus Partai NasDem ini menambahkan, peran penting Disbudpar dalam mengupayakan masuknya wisatawan ke Berau, juga diharapkan maksimal.

Pasalnya, dengan semakin banyaknya wisatawan, semakin besar peluang masyarakat untuk memperbaiki perekonomian mereka. "Dinas Pariwisata bisa melakukan sosialisasi, atau memberikan pelatihan kepada masyarakat, agar peningkatan ekonomi bisa dibarengi dengan masuknya wisatawan. Baik itu lokal maupun mancanegara," jelasnya.

Madri menambahkan, peran Disbudpar sangat vital saat ini. Khususnya dalam melakukan pengawasan dan pengembangan pariwisata. Sehingga dirinya meminta agar Disbudpar bekerja serius dalam hal memajukan wisata. "Wilayah Berau sudah terkenal, tinggal dikembangkan lagi. Itulah amanah yang diemban oleh tim di Disbudpar," pungkasnya. (pro)