SANGATTA–Portal layanan darurat 112 akan diterapkan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo-Perstik) Kutim. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan layanan call center tersebut dalam kondisi mendesak atau darurat.

Kadiskominfo-Perstik Kutim Ery Mulyadi mengatakan, layanan darurat tersebut nantinya disosialisasikan secara masif. Bahkan, sampai tingkat RT, untuk menjadi nomor panggilan kegawatdaruratan maupun non-darurat bagi masyarakat Tuah Bumi Untung Benua.

Insyaallah awal 2022 akan launching (portal layanan darurat). Seluruh instansi vertikal terkait akan dilibatkan. Seperti kepolisian, PDAM, PLN, Pemadam Kebakaran dan BPBD, juga terlibat dengan nomor 112,” beber Ery.

Dia berharap, layanan tersebut dapat menjadi pusat pengaduan seluruh masyarakat Kutim. Bukan hanya sebagai penerima pengaduan, tetapi harus benar-benar memberikan solusi maupun pelayanan kepada masyarakat secara luas. “Program ini inisiatif Kemenkominfo, untuk menyediakan panggilan darurat yang bebas pulsa,” paparnya.

Sementara itu, pihaknya akan menyediakan petugas khusus sebagai operator, yang akan melayani 24 jam. Sehingga, jika ada panggilan, petugas tersebut yang akan meneruskan panggilan kepada instansi vertikal yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami berupaya mempermudah pelayanan. Setidaknya apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama yang bersifat mendesak dapat ditindaklanjuti lebih cepat,” tutupnya. (dq/ind/k8)