SANGATTA–Program Merdeka Signal di Kutai Timur terus dikebut. Mengingat, terdapat 37 desa yang masih masuk sebagai kawasan blank spot atau tidak terjangkau jaringan internet. Dan itu tersebar di beberapa kecamatan terluar.

Di antaranya, Kecamatan Sandaran, Busang, Muara Bengkal, Muara Ancalong, dan Batu Ampar. Termasuk kawasan Karangan, Sangkulirang, Teluk Pandan, Bengalon, Kaubun, Kaliorang, dan Telen.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo-Perstik) Kutim Ery Mulyadi mengatakan, pihaknya hanya melanjutkan program yang sudah ditetapkan. Karena dirinya baru menjabat kepala Diskominfo-Perstik sejak pertengahan Oktober lalu.

“Program ini prioritas dan sejalan dengan program Pak Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, yakni merdeka signal,” jelasnya.

Pihaknya berupaya, memenuhi jaringan internet di kawasan blank spot secara bertahap hingga akhir tahun ini. Sehingga, sesuai target yang ditetapkan, 2022 semua desa yang ada di Kutim sudah dapat menikmati internet. “Kami akan melihat kemampuan APBD dulu. Kalau tidak memungkinkan, tentu akan mencari sumber-sumber pembiayaan lainnya. Misalnya dari APBN,” terangnya.

Apalagi, pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Kominfo. Bahkan, pihak kementerian akan membangun tower base transceiver station (BTS) untuk 56 lokasi di Kutim pada 2022 mendatang. Sementara 37 desa yang masih blank spot, termasuk dalam program kementerian tersebut.  

“Ada pembangunan tower baru dengan BTS. Sehingga kemungkinan satu desa akan memiliki dua sampai tiga tower BTS. Kami sudah sampaikan kepada kementerian,” ungkapnya.

Selain pembangunan baru, program kementerian tersebut untuk penguatan jaringan. Misalnya, suatu daerah memiliki kondisi sinyal yang tidak maksimal. Sehingga akan dilakukan penguatan agar daerah tersebut dapat mendapatkan jaringan internet lebih maksimal.

“Kami hanya menyiapkan lokasi yang akan dibangun. Baik kawasan blank spot atau daerah yang perlu penguatan jaringan. Program kementerian tidak hanya membuka jaringan di daerah-daerah terisolasi. Tapi juga memberikan penguatan jaringan pada lokasi yang memang sudah memerlukan penguatan,” bebernya.

Sementara itu, 37 desa yang dimaksud adalah Desa Sandaran, Manubar, Tadoan, Marukangan, Tanjung Mangkalihat, Batu Lepoq, Baay, Kerayaan, Saka, Mandu Pantai Sejahtera, Kolek, Perupuk, Tepian Terap, Mandu Dalam, Sempayau, Teluk Singkama, Martadinata, Tebangan Lembak, Muara Bengalon, Tepian Langsat, Bukit Permata, dan Pengadan Baru.

Termasuk Desa Bukit Harapan, Bumi Makmur, Selangkau, Mugi Rahayu, Himba Lestari, Mulupan, Long Tesak, Muara Dun, Long Bentuq, Rantau Sentosa, Lung Melah, Kernyanyan, Melan, Sika Makmur, dan Segoy Makmur. (dq/ind/k8)