TANA PASER - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser akan menganggarkan Rp 10 miliar untuk pengadaan laptop bagi para guru yang membutuhkan, baik guru PNS maupun honorer. Program ini salah satu prioritas visi Paser Maju Adil dan Sejahtera (MAS) Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Syarifah Masitah Assegaf.

Plt Kepala Disdikbud Paser Murhariyanto mengungkapkan, dari nilai Rp 10 miliar itu, akan dianggarkan untuk sebuah laptop di kisaran harga Rp 7,5–10 juta. Laptop tersebut diperuntukkan agar bisa menunjang kinerja tenaga pendidik.

"Jumlahnya dari Rp 10 miliar itu belum diketahui, yang jelas bertahap tiap tahun agar seluruh guru yang membutuhkan bisa dapat," kata Murhariyanto, Rabu (17/11) usai pelantikan pejabat eselon.

Meski diakuinya tidak semua guru membutuhkan, bagi yang sudah memiliki, tidak akan diberikan. Laptop tersebut juga tidak diberikan, tapi hanya dipinjamkan atau inventaris. Jumlahnya pun masih belum ditentukan, jika per laptop Rp 10 juta, akan ada 1.000 laptop.

"Yang jelas laptop dibeli harus sesuai yang ada di e-katalog," kata asisten Administrasi Umum itu.

Disdikbud Paser akan mendahulukan guru kelas atau guru mata pelajaran, baik berstatus pegawai tidak tetap (PTT) maupun pegawai negeri sipil (PNS). Semua dianggap prioritas. Baik guru kelas maupun guru mata pelajaran. Termasuk penyebaran di kecamatan mana. Kepala sekolah yang akan mengarahkan guru mana yang prioritas menerima.

Sebelumnya ditargetkan Disdikbud Kabupaten Paser sudah merealisasikan program tersebut senilai Rp 5 miliar pada APBD Perubahan 2021 ini. Namun, disayangkan, ada kekhawatiran waktu yang singkat pada proses pengadaan, serta minimnya anggaran membuat pengadaan ini harus ditunda. (jib/rdh/k16)