PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah pusat melakukan penilaian kepada kabupaten/kota yang dianggap tangguh dalam menangani pandemi Covid-19. Hasilnya Balikpapan berhasil masuk 10 besar dalam Anugerah Tangguh Adhi Wirasana kategori Wira Sandya Laksana.

Kota Beriman bersaing dengan 500 kabupaten/kota se-Indonesia. Beberapa waktu lalu, juri telah melakukan sesi wawancara dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melalui video conference.

Rahmad menyampaikan data dan strategi Balikpapan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19 klaster pekerja. Bagaimana awalnya pandemi merebak di Kota Minyak hingga akhirnya kasus mulai landai.

Kini Balikpapan berhasil meraih status PPKM level 2. Mulai dari melakukan inovasi di bidang kesehatan secara umum dan inovasi kesehatan sektor ESDM. Perhatian khusus diberikan kepada klaster pekerja sektor migas, mengingat klaster ini cukup menjadi penyumbang terbesar kasus terkonfirmasi positif di Balikpapan.

Rahmad menjelaskan, ada beragam inovasi yang dilakukan pemerintah daerah menjadi penilaian. Namun inovasi terbaik yang dimiliki Balikpapan adalah bagaimana mengubah dan menyampaikan perilaku hidup sehat. Dia selalu menekankan percuma banyak uang kalau tidak sehat.

“Itu yang jadi program unggulan kita bagaimana menyadarkan masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat. Kalau inovasi lain semua daerah pasti punya, tapi paling penting bagaimana membuat perilaku,” bebernya. Dia berani menyampaikan perilaku ini menjadi poin utama di Balikpapan.

Sebab dari perilaku hidup sehat, terbukti Balikpapan sudah mendapat penghargaan level nasional hingga internasional. “Kita akan terus pertahankan dan tingkatkan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Buat aturan lewat perda atau pun perwali yang mengarah ke hidup sehat,” tuturnya.

Menurutnya yang terpenting bisa membangun kesadaran masyarakat termasuk saat menghadapi pandemi. Rahmad menambahkan, Balikpapan bisa seperti ini karena keterlibatan masyarakat. “Walau heterogen banyak suku budaya agama ini kekuatan kita menjadi kota yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menyampaikan, pihaknya sebenarnya tidak mengetahui ada penilaian dari pusat. Melainkan panitia memberitahu melalui WhatsApp bahwa Balikpapan masuk nominasi anugerah tersebut.

Ada pun juri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, dan sebagainya. “Balikpapan lolos dalam tahap 1 berdasarkan pengamatan pusat karena dianggap tangguh dalam menghadapi pandemi,” sebutnya. Kala itu terdapat 75 kabupaten/kota yang masuk seleksi tahap 2.

Selanjutnya Pemkot Balikpapan mempersiapkan seleksi tahap 2. Mulai dari mengirim dokumen tentang dokumentasi penanganan pandemi, walau hanya diberi waktu satu hari. Kemudian masuk nominasi 10 besar, kepala daerah diminta untuk melakukan paparan presentasi dan wawancara bersama juri.

“Kita menampilkan inovasi daerah. Khas Balikpapan dikenal sebagai kota minyak. Awal pandemi memang tinggi pada crew change. Kita diskusi dengan Pertamina, apa berkenan kasus pekerja di angkat,” bebernya. Mereka setuju karena memang kasus klaster pekerja tinggi dan berhasil turun.

Selama ini, ada tim monpera (monitoring evaluasi perusahaan) gabungan dari Disnaker dan DKK yang hampir setiap hari masuk memantau perusahaan. “Jadi laporan dan dokumentasi dari tim monpera kita laporkan bagaimana penanganan penanganan klaster pekerja ESDM,” ucapnya. (gel)