PILIHAN gelandang Bayern Muenchen Joshua Kimmich yang enggan divaksin Covid-19 lumayan merepotkan klubnya. Bayern dipaksa berurusan lebih banyak dengan akomodasi dan penginapan ketika melakoni laga tandang. Sebab, kebijakan akomodasi dan penginapan rata-rata meminta persyaratan vaksin.

Jerman pun saat ini memberlakukan ”aturan 2G”. Aturan yang dalam bahasa Jerman berarti geimpft oder genesen alias sudah divaksin atau pulih. Aturan yang harus dipenuhi semua orang yang bakal bepergian ke tempat umum.

Ketika Bayern melawat ke FC Augsburg dalam spieltag ke-12 Bundesliga, Die Roten kembali menempuh cara supaya Kimmich bisa lolos dari aturan. Semula, Hotel Maximilian di Augsburg yang disewa skuad Bayern menolak kedatangan Kimmich.

”Aturan diberlakukan kepada semua tamu. Tidak ada pengecualian. Sampai sekarang 2G masih diberlakukan di tempat kami,” kata Manajer Hotel Maximilian Michael Artner kepada Sport 1.

Bayern tidak kurang akal. Seiring situasi Kimmich jadi perbincangan, Kementerian Kesehatan Jerman akhirnya memberikan pengecualian dari penerapan aturan tersebut. Seperti yang diumumkan Asosiasi Hotel dan Restoran Seluruh Jerman (DEHOGA) kemarin. ”Aturan 2G tidak berlaku untuk akomodasi penginapan nonturis yang tidak dapat ditunda dan Joshua Kimmich masuk dalam kasus tidak dapat ditunda,” rilis DEHOGA.

Kabarnya, Kimmich diperbolehkan bergabung dengan rekan-rekannya di hotel asalkan mampu menunjukkan hasil tes PCR negatif.

Tapi, kabar lainnya menyebutkan bahwa Kimmich tidak akan bergabung dengan Manuel Neuer dkk. Seiring bek Niklas Suele dinyatakan positif Covid-19, Kimmich masuk dalam empat pemain Bayern lainnya yang perlu dikarantina. Lainnya adalah wide attacker Serge Gnabry, gelandang Jamal Musiala, dan striker Eric Maxim Choupo-Moting.

Der trainer Bayern Julian Nagelsmann tidak banyak berbicara tentang kasus Covid-19 yang menimpa anak asuhnya. ”Kenapa sembilan dari sepuluh kata yang ngetop saat ini adalah Covid-19 dan karantina,” kata Nagelsmann kepada Sky Sports. (ren/c7/dns)