Tak bosan-bosan diingatkan agar masyarakat jangan terlena dengan kondisi pandemi yang sudah melandai.

 

TANJUNG REDEB – Saat ini status PPKM di Kabupaten Berau sudah turun menjadi level II. Dan hampir seluruh aktivitas mulai berjalan normal. Namun, jangan abai untuk menerapkan protokol kesehatan.  Khususnya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir.

Ketua Komisi I DPRD Berau Peri Kombong menyebut selalu mengingatkan kepada pemkab terkait penanganan Covid-19 saat kasus melandai ini.  Meski kasus terus turun, tim satgas kabupaten jangan sampai lengah dan selalu memantau jalannya PTM.

“Tetap harus dipantau itu bagaimana penerapan prokes di sekolah-sekolah yang sudah menggelar PTM. Jangan sampai karena PPKM kita sudah turun level, malah longgar prokesnya. Apalagi beberapa waktu lalu sudah ada sekolah yang ternyata lalai prokes dan tetap PTM. Jangan sampai itu terjadi lagi,” terangnya.

Dengan temuan sekolah yang melanggar prokes saat kegiatan PTM, seharusnya ditindak tegas oleh satgas. Misal, penghentian sementara semua proses PTM di sekolah tersebut. Karena ini bisa jadi preseden buruk bagi sekolah lain.

“Sehingga mereka lebih ketat lagi penerapan prokesnya di lingkungan sekolah. Apalagi syarat penerapan prokes ini juga sudah menjadi kesepakatan saat pertemuan antara DPRD Berau, Pemkab, Satgas, Disdik, dan perwakilan sekolah beberapa waktu sebelumnya,” tambahnya.

Politisi Partai Gerindra ini meminta pantauan dan evaluasi kepada sekolah di Berau. Jika memang belum mampu mengikuti aturan yang ada, sebaiknya ditunda dulu. Ini juga menghindari kemungkinan nantinya muncul klaster sekolah. Sebab, hingga saat ini juga belum keseluruhan pelajar mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. (pro)