TIDAK hanya buah-buahan yang dijual pedagang diduga mengandung bahan kimia, sehingga perlu dirazia. Instansi teknis juga perlu melakukan razia terhadap maraknya penjualan air minum isi ulang.

Hal itu agar konsumen terjamin kesehatannya, setelah mengonsumsi air isi ulang berbayar itu. Data yang dirilis Dinas Kesehatan PPU terdapat 187 sarana depot air minum isi ulang. Dari jumlah itu, baru 80 sarana yang mendapatkan perhatian Dinas Teknis ini untuk tingkat kebersihan melalui stikerisasi sterilisasi.

“Kami mengeluarkan sertifikat laik sehat, dan seharusnya stiker sudah terpampang pada masing-masing depot,” kata Kepala Dinas Kesehatan PPU Jansje Grace Makisurat.

Jumlah depot air minum isi ulang ini kemungkinan jumlahnya lebih dari 187 sarana, menyusul pembukaan usaha ini tidak perlu mengurus perizinan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT) PPU Alimuddin, kemarin, mengatakan, depot air minum isi ulang itu tidak dikenai izin karena dianggap sebagai usaha mikro kecil saja.

“Kami masih fokus pada usaha-usaha besar yang perlu mengurus perizinan,” kata Alimuddin. (ari/kri/k16)