Penampilan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Indonesia Masters 2021 sangat disesalkan. Seolah tidak ada daya juang. 

 

NUSA DUA – Pelatih ganda campuran pelatnas Indonesia Nova Widianto mengungkapkan kekesalannya di ruang konferensi pers Indonesia Masters 2021 kemarin (18/11). Sebab, performa pasangan ganda campuran terbaik Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terus menurun.

Pada Rabu (17/11), Praveen/Melati langsung takluk di babak pertama Indonesia Masters. Lawannya saat itu adalah pasangan India ranking ke-178 dunia Dhruv Kapila/Reddy N Sikki. Pasangan yang kini menduduki ranking kelima dunia itu tumbang dua game langsung 11-21, 20-22. Ironisnya, mereka kalah hanya dalam tempo 30 menit.

“Mereka seperti tidak punya rasa tanggung jawab sebagai atlet bermain di kandang sendiri. Kalian lihat sendiri. Seperti tidak punya rasa tidak mau kalah. Sebagai atlet (pelatnas, Red) main di kandang sendiri, rasa itu (tak mau kalah) seharusnya ada,” tegas Nova.

Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana Natsir itu tidak mempermasalahkan hasil pertandingan. Yang bikin dia kecewa, di laga tersebut PraMel –sebutan Praveen/Melati– seperti enggan mengeluarkan performa maksimal mereka.

”Kalah menang itu biasa asalkan sudah tampil maksimal. Mati-matian di lapangan. Ini main kayak enggak ada kebanggaan di kandang sendiri. Di situ juga ada pelatih, seperti enggak menghargai,” ujar Nova.

Pria 44 tahun itu menuturkan, sebagai atlet, Praveen maupun Melati semestinya tidak membawa masalah pribadi ke lapangan. Nova sudah berbicara empat mata, baik dengan Praveen maupun Melati. Dari sana, dia tahu dua anak asuhnya tersebut sedang mengalami masalah. “Saya sudah bicara dengan mereka satu-satu. Yang bisa menyelesaikan itu mereka berdua sendiri,” kata pria asal Klaten tersebut.

Nova juga sudah berkomunikasi dengan Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky mengenai penurunan performa PraMel ini. Dia menyatakan, sampai saat ini, belum ada opsi memecah pasangan ganda campuran pelatnas di bawah asuhannya. Namun, Nova memberi sinyal bahwa opsi mengeluarkan PraMel dari pelatnas malah lebih memungkinkan. Apalagi jika memang keduanya tidak bisa segera menyelesaikan masalah mereka.

”Mereka sudah senior. Jujur, mereka (PraMel) masih yang terbaik di pelatnas. Tapi, kalau di luar (pelatnas) mereka bisa jadi lebih baik, lebih bisa punya rasa tanggung jawab, mungkin memang lebih baik di luar (pelatnas),” tutur Nova.

Kurang akurnya PraMel memang sudah terlihat saat sejak tur di Eropa. Bahkan, saat di salah satu laga Hylo Open 2021 di Jerman awal November, mereka tidak melakukan tos sama sekali di lapangan.  Namun di laga berikutnya, mereka irit tos, dan sempat berbicara sedikit. (irr/c14/bas/jpg/tom/k16)