TANJUNG REDEB – Seorang warga berinisial AR, yang tinggal di RT 06, Kelurahan Karang Ambun, terpaksa dirantai pada bagian kakinya karena kerap mengganggu keamanan warga sekitar. Hal ini karenawarga tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Arifin Effendi, yang merupakan keluarga AR menuturkan, adiknya tersebut dirantai sejak dua bulan lalu. Ia menuturkan, adiknya tersebut sudah masuk ODGJ sejak 1996. Dan kerap keluar-masuk rumah sakit jiwa (RSJ) di Samarinda. “Dia ini suka kabur dari RSJ. Tiba-tiba sudah ada di depan rumah,” paparnya.

Ia menuturkan, alasan pihak keluarga merantai kaki adiknya tersebut karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga sekitar. Ia juga menceritakan, bahwa adiknya tersebut kerap masuk ke rumah warga dalam keadaan tidak berpakaian. Kemudian, apabila ada kunci warga yang tertinggal di kendaraannya, kerap disembunyikan oleh adiknya itu.

“Sekarang ini dia belum tidur selama tiga hari, kadang juga teriak-teriak kalau malam,” ucapnya.

Diakuinya, pihak keluarga sudah pernah membuat permohonan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, untuk dirujuk ke RSJ di Banjarmasin. Namun, belum mendapat balasan resmi dari pihak RSUD.  “Sudah pernah dirawat (di RSUD dr Abdul Rivai, Red), tapi diizinkan keluar lagi. Ia (AR, red) kembali berulah,” katanya.

Sementara itu, Lurah Karang Ambun Arif Mulyono yang juga berada di lokasi menuturkan, pihaknya bersama tim RSUD dr Abdul Rivai telah menjemput yang bersangkutan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Kita bantu koordinasikan dengan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Berau Totoh Hermanto menuturkan, untuk pasien ODGJ memang menjadi tupoksi dari Dinas Sosial, namun harus tetap dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD dr Abdul Rivai.

“Nanti setelah sembuh baru menjadi wewenang kami, kalau saat ini kondisinya masih kambuh-kambuhan menjadi tanggung jawab Diskes dan rumah sakit,” ujarnya.

Dia menambahkan, pasien ODGJ bisa mendapat pengobatan gratis jika sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pihaknya siap membantu jika sudah ada laporan masuk dari ketua RT.  “Kami akan tangani masalah ini secara terpadu sesuai tupoksi masing-masing,” tutupnya. (hmd/ind/k16)