SAMARINDA–Ekspor Kaltim pada September 2021 mengalami penurunan sebesar 1,84 persen dibanding Agustus 2021. Yaitu dari USD 2,44 miliar menjadi USD 2,40 miliar. Penurunan ini disebabkan rendahnya nilai ekspor barang hasil industri dengan penurunan mencapai 18,27 persen. Beruntung tertolong ekspor barang hasil pertanian dengan kenaikan mencapai 816,70 persen.

Sektor pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, bahkan peningkatan sektor ini membuat Kaltim menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 pada semester I 2021. Meski demikian, diharapkan pemerintah menyiapkan pasar produk pertanian sehingga tidak hanya asal menggenjot produksi, namun juga ketersediaan pasarnya.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, produktivitas pertanian memang harus ditingkatkan untuk menyejahterakan para petani. Namun tidak hanya itu, sektor pertanian juga harus dipastikan hilirisasi produk pertanian dan menyiapkan pasar produk pertanian dengan baik.

Sehingga masyarakat dan petani bersemangat membangun usaha pertanian, dan pemerintah berusaha memfasilitasi baik dan maksimal. Agar pertanian Kaltim kembali menjadi sektor unggulan dalam memberikan devisa untuk negara. “Kita harus siapkan pasar bagi produk-produk pertanian, agar siap ekspor dan menjadi unggulan kita kelak,” tuturnya, Selasa (16/11).

Bersamaan, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Siti Farisyah Yana mengatakan, pada 2021 segala sesuatu yang sudah ditentukan targetnya tercapai dan tahun 2022 akan melakukan pekerjaan lebih giat. Karena masuknya paradigma baru bagaimana pembangunan pertanian di Kaltim dan nasional terdapat banyak item yang perlu disikapi.

“Saat ini kita tidak bisa bekerja biasa-biasa. Harus kerja luar biasa,” tuturnya.

Siti mengatakan, Kaltim sudah punya potensi yang bagus. Tinggal dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Apalagi sektor ini bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingkan sektor lain. Untuk itu pertanian perlu digalakkan, apalagi lahan pertanian di daerah ini masih sangat luas. Pertanian ini, asal ada lahan, ada benih bisa berkembang.

“Sektor ini juga memiliki potensi ekspor yang besar untuk produk-produk turunan pertanian,” pungkasnya. (ctr/ndu/k8)