KAIRO – Banjir akibat badai di Aswan, Mesir, akhir pekan lalu membuat penduduk kelabakan. Sebab pascabanjir, provinsi tersebut dipenuhi kalajengking. Banjir dan badai memaksa binatang berkaki delapan itu keluar dari sarangnya. Imbasnya, sekitar 500 orang harus dirawat di rumah sakit karena tersengat kalajengking.

’’Mereka diberi obat antiracun sebelum dipulangkan dari rumah sakit,’’ ujar Gubernur Aswan Ashraf Attia seperti dikutip The Guardian. Dilansir CNN, jenis yang biasa hidup di Mesir adalah kalajengking ekor gemuk atau Androctonus crassicauda. Dalam bahasa Yunani, artinya pembunuh manusia. Sesuai dengan namanya, itu adalah salah satu jenis kalajengking yang paling mematikan di dunia. Tanpa perawatan, orang yang tersengat bisa mati sekitar sejam kemudian.

Seluruh rumah sakit di Aswan berstatus siaga. Para dokter yang cuti diminta untuk kembali bekerja. Kementerian kesehatan berusaha menenangkan penduduk dengan menyatakan bahwa mereka memiliki cukup banyak dosis antiracun. Di Aswan saja ada sekitar 3 ribu dosis. Selain itu, masih ada dosis tambahan yang dikirimkan ke area dekat pegunungan dan gurun. Mereka yang tersengat mengaku mengalami gejala sakit cukup parah. Mulai demam, berkeringat, muntah, diare, tremor otot, hingga kepala berkedut-kedut.

Badai yang memicu munculnya rombongan kalajengking itu sudah merenggut tiga nyawa. Mereka adalah anggota pasukan keamanan Mesir yang tewas karena banjir bandang. Beberapa media memberitakan bahwa mereka tewas akibat tersengat kalajengking. Namun, kementerian kesehatan membantahnya.

’’Tidak ada korban meninggal akibat sengatan kalajengking,’’ tegas Menteri Kesehatan Mesir Khalid Abdel-Ghafar.

Biasanya, curah hujan di Aswan hanya sekitar 1 milimeter per tahun. Karena itu, hujan deras dan badai pada akhir pekan lalu merupakan hal yang jarang terjadi. Itu adalah banjir terparah dalam 11 tahun terakhir. Rumah, jalan, serta pepohonan rusak cukup parah. Bisa jadi karena itulah kalajengking keluar dari sarangnya. (sha/c6/bay)