Untuk kali kelima beruntun, Swiss berlaga di Piala Dunia. Sejak Piala Dunia 2006 Jerman, rekor La Nati tak pernah terputus alias kembali berlanjut di Piala Dunia 2022 Qatar. Sukses yang mampu mendongkrak nama sang pelatih Murat Yakin.

Ditunjuk Federasi Sepak Bola Swiss (ASF/SFV) menggantikan Vladimir Petkovic per 9 Agustus lalu, kontrak pertama Murat dibuat dengan asumsi Swiss hanya akan memburu tiket lolos Piala Dunia 2022 via jalur playoff. Artinya, kontrak Murat hanya sampai Maret 2022. Pada kenyataannya, Swiss mampu mengungguli juara Eropa Italia sebagai pemuncak klasemen akhir grup C.

Kontrak Muri –sapaan akrab Murat Yakin– pun sudah pasti diperpanjang. Tidak hanya sampai akhir Piala Dunia 2022, tapi diklaim sampai Euro 2024 yang berlangsung di Jerman.

Tapi, ada kabar yang menyebutkan bahwa Muri diberi kebebasan mengisi durasi kontraknya sendiri seiring sukses membawa Granit Xhaka dkk ke Qatar tahun depan. ”Kontrakku? Silakan tanya sendiri ke Pierluigi Tami (direktur timnas Swiss, Red) atau kepada Dominique Blanc (presiden Federasi Sepak Bola Swiss, Red),” ungkap der trainer 47 tahun tersebut di laman resmi UEFA.

Entah serius atau bercanda, Murat mengaku tidak tahu secara detail tentang durasi kontraknya. Sebab, dia lebih menikmati proses membangun skuad yang tangguh tanpa terikat oleh periode.

”Saya hanya berjabat tangan dengan mereka (ASF/SFV) dan hanya mengatakan kepada mereka: Buatlah kontrak seperti yang Anda inginkan dan bukan yang saya inginkan,” beber mantan pelatih Spartak Moskva tersebut.

Kini tugas Murat berikutnya adalah membawa La Nati meraih hasil sebagus mungkin di putaran final Piala Dunia 2022. Capaian terbaik La Nati adalah perempat final. (jpc)