TANA PASER - Sejak 2021, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser mulai mereda. Hal ini disampaikan Kepala Manggala Agni Daops Paser M Faisal. Dia menyebut, ini terjadi karena kesadaran masyarakat terkait penanganan lahan.

Dari sebelumnya banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, kini hal itu sudah berkurang. "Meskipun masih ada beberapa yang menggunakan cara tersebut (bakar lahan)," kata Faisal, usai apel siap siaga bencana, Senin (15/11).

Bahkan selama 2021 ini, belum ada karhutla terjadi di wilayah Paser. Faisal mengatakan, masyarakat harus tetap waspada, khususnya yang wilayah lahannya masih dan berpotensi menimbulkan hotspot atau titik panas. Manggala Agni terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar. Hal ini diakui sulit ditinggalkan masyarakat karena banyak jadi tradisi, sehingga perlu disiasati dengan penanggulangan.

Faisal berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa memberikan solusi kepada masyarakat yang tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, sehingga masyarakat tidak perlu lagi memilih opsi tersebut.

Koordinator Manggala Agni Kaltim Zulkarnain mengatakan, tahun sebelumnya ada lebih dari 30 hotspot di Paser. Namun, tahun ini sudah berangsur berkurang. "Kini kita fokus ke daerah lain seperti Kukar dan Kubar untuk penanganan karhutla. Kalau di Paser lebih ke pencegahan," kata Zulkarnain.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan, daerahnya masih rentan terjadi bencana ketika musim hujan, seperti bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Untuk itu, memasuki musim hujan ini perlu diwaspadai masa transisi atau pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrem dan kondisi ini harus diwaspadai dan menjadi perhatian.

Terkait apel siaga, bupati menyampaikan digelar untuk antisipasi terhadap dampak yang mungkin timbul dan menyikapi perkembangan kebencanaan akhir-akhir ini. 
“Untuk itu, semua pihak, baik jajaran pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan relawan agar selalu bersinergi dalam urusan bencana,” pesan Fahmi. (jib/far/k16)