JOGJAKARTA—Jelang seri ketiga Liga 1 2021, skuat Borneo FC Samarinda saat ini harus berlatih tanpa komposisi yang lengkap. Dua pilarnya yakni Marckho Sandy Meraudje dan Nuriddin Davronov harus absen sementara. Masing-masing mendapat panggilan negara membela tim nasional.

Marckho diprediksi absen sampai awal 2022. Sebab dirinya masuk dalam daftar 25 pemain yang dipanggil Shin Tae-yong menjalani pemusatan latihan alias training camp (TC) Timnas Indonesia di Turki.

Selama di Turki, skuat Garuda dijadwalkan menjalani dua pertandingan uji coba, yaitu menghadapi Afghanistan (16/11) dan Myanmar (25/11). Setelahnya, timnas Indonesia bertolak menuju Singapura untuk persiapan menghadapi Piala AFF 2020 pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

Sementara itu, Nuriddin harus absen karena dipanggil Timnas Tajikistan. Mereka diagendakan melakoni pertandingan kontra Kazakhstan, Selasa (16/11). Setelah menuntaskan tugas bersama timnasnya, Nuriddin tidak bisa langsung bergabung ke tim. Sebab, dia harus terlebih dulu menjalani karantina sebagai protokol untuk orang yang datang dari luar negeri.

Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin menuturkan, absennya Nuriddin dan Marckho tak akan memengaruhi kekuatan tim. Pasalnya, masih ada pemain lain di posisi yang sama untuk diberi kepercayaan tampil. "Kalau terganggu, pastinya tidak. Sebab ada kepentingannya masing-masing. Kami juga sudah siapkan sejak jauh hari untuk menghadapi situasi seperti sekarang," ucap Amir, sapaannya.

Di lini tengah, stok pemain lokal cukup menumpuk. Mulai dari Wahyudi Hamisi hingga Paulo Sitanggang bisa menggantikan peran Nuriddin. Namun posisi yang ditinggalkan Marckho cukup riskan. Sebab sejauh ini hanya ada dua pemain yang mengisi sisi kanan pertahan Pesut Etam. Yakni Marckho dan Rifad Marasabessy.

"Sudah kami siapkan beberapa alternatif untuk posisi pemain. Kalau di lini belakang juga masih ada beberapa opsi seperti Wildansyah bisa digeser ke kanan. Tinggal menyesuaikan situasi di lapangan saja," imbuhnya.

Menatap seri ketiga, Amir menyebut timnya tak lupa menyolidkan lini pertahanan. Hal tersebut merupakan hasil evaluasi di seri kedua di mana timnya lebih banyak kebobolan ketimbang mencetak gol.

"Ya, semua lini kami coba perbaiki. Tapi hasil di seri kedua memang kurang bagus karena hanya cetak 5 gol dan kebobolan 8 kali. Masih ada waktu untuk berbenah agar siap 100 persen," pungkasnya. (abi/ndy)