BALIKPAPAN–Tidak hanya kaya destinasi alam, Kota Minyak memiliki banyak sarana-prasaran olahraga. Sehingga sangat mendukung sport tourism. Bahkan beberapa tahun lalu, agenda berskala internasional telah ramai digelar. Seperti bulu tangkis hingga sepak bola. Sport tourism diharapkan kembali digelar, menggandeng KONI ataupun instansi lain. Agar gaung dari event/kegiatan bisa benar-benar terasa.

“Kita punya banyak lokasi olahraga bertaraf internasional, dari gedung olahraga bulu tangkis, Stadion Batakan, maupun lapangan tembak. Itu bisa kita geliatkan lagi menjadi sport tourism. Mungkin sekarang masih pandemi dan PPKM sehingga belum maksimal. Tapi diharapkan tahun depan menyambut perpindahan IKN (ibu kota negara) bisa ditingkatkan, seiring juga menurunnya angka kasus Covid-19,” beber Wakil Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Mochamad Zuwaini, Senin (15/11).

Tidak kalah dengan kota besar di Indonesia. Sarana olahraga telah mumpuni. Tinggal bagaimana mengemas agar sport tourism bisa rutin digalakkan. Tidak hanya e-sports. Apalagi mendekati ulang tahun kota ke-125 pada 10 Februari 2022, menurutnya bisa menjadi momen tepat menggelar pekan/festival olahraga.

Dikaitkan dengan IKN, dia memberi gambaran misalnya menggelar olahraga lari di Jembatan Pulau Balang. Itu sebagai sarana memperkenalkan masyarakat ataupun peserta yang mengikuti. Jembatan Pulau Balang tersebut dapat jadi ikon baru serta destinasi tambahan. Belum lama ini, dia mengikuti table top yang digelar di Jogjakarta. Diikuti 75 agen pelaku pariwisata dari berbagai kota.

Para perwakilan dari Kota Minyak yang hadir telah memberikan gebrakan. Mendeklarasikan, Ayo ke Balikpapan Teras Ibu Kota Negara. Tentu, tagline tersebut membuat surprise dan penasaran. Be to be telah dilakukan. Tinggal bagaimana teman-teman biro perjalanan menawarkan dan membuat paket perjalanan.

“Semakin lama pengunjung menetap di Balikpapan tentu semakin baik bagi pendapatan kota. Teman-teman biro mungkin juga bisa membuat paket perjalanan menuju IKN. Kita memperkenalkannya hari ini, bukan seperti makan cabai langsung terasa pedas, tapi artinya ada proses dengan sudah memperkenalkan dan sharing informasi. Kita ingin memancing sport tourism ataupun event nasional semakin rutin digelar. Teman-teman hotel pun sudah siap,” ungkapnya.

Asa dari itu, diharapkan perpindahan IKN dapat mendorong pertumbuhan pariwisata Kaltim, 30–40 persen. Gambaran situasi pariwisata saat ini di tengah pandemi tentu sangat berbeda. Selama pagebluk dua tahun belakangan, sangat terasa terjadi penurunan signifikan terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional ke Kaltim.

Dan seiring dengan penurunan kasus serta penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi langkah reaktivasi kembali. Rata-rata daerah di Kaltim sebutnya telah menyandang level 2, dengan jumlah kasus positif Covid-19 di bawah 50 orang. Sehingga berbagai destinasi wisata, mulai pusat kuliner, perbelanjaan, mal serta wisata alam mulai mengalami kenaikan kunjungan. Beberapa pihak juga sudah menyediakan tempat wisata baru sebagai alternatif.

“Pariwisata Kaltim tentu kita harap bisa reborn, tapi tetap protokol kesehatan harus diutamakan. Jangan sampai terlena. Dengan kita reborn, domino effect-nya akan membantu seluruh ekosistem. Tidak hanya bertahan namun bisa bangkit bersama,” kata pria yang juga menjabat General Manager MaxOne Hotel Balikpapan itu.

Bicara soal penerapan dari sertifikat CHSE, hampir seluruh hotel telah menerapkannya. CHSE pun tak ubahnya Tujuh Sapta Pesona yang sudah lebih dulu diterapkan hanya untuk mempertegas. Okupansi hotel kini kembali normal.

Memang tak dimungkiri, dampak luar biasa dari pandemi dirasakan seluruh dunia. Tapi, bila melihat tingkat hunian di Kaltim dikatakan masih lumayan dibandingkan beberapa daerah luar. Dari single digit, kini mulai mengalami kenaikan.

Isu IKN menarik perhatian para investor. Bila IKN dipindah ke Kaltim biaya perjalanan bisa jadi lebih murah. Secara market pasti diminati. Tinggal bagaimana mengemasnya dan mengajak orang-orang datang. “Kita harus mengangkat unsur dan memperkenalkan kota kita. Ayo ke Balikpapan Terasnya Ibu Kota Negara. Jangan kalah dengan negara lain. Karena Kalimantan adalah Borneo sesungguhnya,” tutupnya. (lil/ndu/k8)