Vaksinasi door to door diterapkan bagi lansia di Balikpapan. Terutama untuk lansia yang terkendala akses ke sentra vaksinasi. Juga lansia yang kurang berminat divaksin.

 

BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kembali menjalankan vaksinasi door to door guna menggenjot vaksinasi kategori lanjut usia (lansia). Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya mencatat vaksinasi kategori lansia masih belum mencapai target.

Padahal cakupan vaksinasi bagi para lansia termasuk salah satu parameter penting keberhasilan vaksinasi juga indikator untuk penilaian penerapan dan penetapan level status PPKM suatu daerah. Data DKK Balikpapan, rasio persentase vaksinasi lansia masih di 66 persen, atau belum mencapai syarat pencapaian herd immunity. Pemkot Balikpapan menargetkan bisa mencapai angka 40.049 sasaran lansia.

“Masih banyak lansia yang perlu kita vaksinasi. Kegiatan door to door ini sangat membantu mereka. Dari beberapa lansia yang ditemui, banyak yang terkendala kesulitan akses ke sentra vaksinasi. Dan tidak tahu bagaimana caranya,” ucap Dio, sapaan akrabnya, Senin (15/11).

Vaksinasi door to door pada Senin (15/11) misalnya, dilakukan di daerah Karingau berkolaborasi dengan BIN (Badan Intelijen Negara). Daerah ini cukup jauh jika ingin menjangkau sentra vaksinasi terdekat, yakni BSCC Dome. “Upaya kami bersama aparat BIN ini diharapkan sangat membantu,” bebernya. Selain itu, masih rendahnya vaksinasi lansia karena beberapa lansianya enggan divaksin.

“Minat vaksinasi lansia juga menurun. Makanya kami datang jemput bola,” katanya. Padahal, kata dia, vaksinasi lansia menjadi indikator penilaian untuk penetapan status PPKM di daerah. “Vaksinasi yang dinilai adalah vaksinasi pada lansia,” ujarnya. Pihaknya juga berencana memperbanyak door to door, mendatangi rumah lansia dan membuat sentra vaksinasi darurat di beberapa titik. Sampai saat ini, vaksinasi secara keseluruhan di Balikpapan mencapai 79,2 persen. (aji/ms/k16)