LISBON – Cristiano Ronaldo dan pelatihnya di timnas Portugal, Fernando Santos, sudah lebih dari tujuh tahun bekerja sama. Hubungan mereka selama ini pun diketahui harmonis. Bahkan, Santos tidak mempermasalahkan ketika Ronaldo ”mengambil alih” tugasnya. Seperti saat CR7 berperilaku selayaknya pelatih Portugal di tepi lapangan dalam final Euro 2016.

Senin (15/11), malah ada momen yang menunjukkan bahwa Ronaldo seolah lebih berkuasa ketimbang Santos. Di Estadio da Luz, Lisbon atau setelah kegagalan Portugal menyegel tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2022, CR7 terlihat memarahi pelatih 67 tahun tersebut.

Ketika Santos berjalan ke tengah lapangan untuk menghampiri Ronaldo, reaksi dari CR7 malah mengejutkan. Striker 36 tahun itu mengacungkan salah satu jarinya ke arah Santos, menggerak-gerakkan kedua tangannya, lalu bertolak pinggang. Seolah Ronaldo kecewa dengan taktik Santos dalam laga di Da Luz itu.

Portugal yang hanya butuh hasil seri untuk lolos malah takluk 1-2 oleh Serbia. Sialnya, gol kemenangan Serbia oleh striker pengganti Aleksandar Mitrovic tercipta pada menit ke-90. Portugal pun harus finis sebagai runner-up grup A yang berarti menjalani playoff zona Eropa untuk bisa tampil di Qatar tahun depan.

Sebelum kalah oleh Serbia, Portugal bermain seri tanpa gol di kandang Irlandia empat hari lalu (12/11). Apakah benar ada yang salah dengan strategi Santos? ’’Tidak ada penjelasan apa pun,” ucap Santos menanggapi gestur Ronaldo kepada dirinya seperti dilansir A Bola.

”Dia hanya mengatakan bahwa ketika di Serbia (pertemuan kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 28 Maret lalu, Red), dia juga mencetak gol pada menit-menit terakhir yang kemudian tidak disahkan wasit. Itulah yang dia katakan. Tidak ada masalah di antara kami,” sambung Santos seperti berkelit.

Kalau melihat performa Ronaldo kemarin, pemilik caps terbanyak (184) sekaligus top scorer sepanjang masa (115 gol) Portugal itu tak berkutik. Pertahanan Serbia sukses ”mengantongi” CR7. Tak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang dicatat Ronaldo dari tiga kali percobaan.

Bisa jadi Ronaldo frustrasi, tapi permainan Portugal memang cenderung sekadar mencari hasil aman. Pengakuan gelandang Portugal Joao Palhinha kepada RTP bisa jadi indikatornya. ”Kami terlalu bertahan,” ungkap Palhinha.

”Ini (gagal merebut tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2022) memang bukan akhir dari segalanya, tetapi sulit untuk kami bisa menerimanya,” imbuh pemain Sporting CP tersebut.

Indikasi Portugal terlalu bertahan juga bisa dilihat dari menurunnya tempo permainan A Selecao setelah mencetak gol cepat (menit kedua via gelandang Renato Sanches). Padahal, situasi setelah gol cepat itu sangat mendukung bagi Portugal untuk killing the game.

”Saya sudah meminta fullback kami untuk naik ke depan untuk membantu serangan (demi mencetak gol kedua dan seterusnya, Red). Tetapi, ada beberapa pemain yang tidak paham dengan apa yang saya katakan,” kelit Santos lagi.

(ren/dns)

 

GRAFIS

 

RAPOR KUALIFIKASI A SELECAO

 

Edisi Lolos Langsung Playoff Tereliminasi

Piala Dunia 2022 v (centang abu-abu)

 

Piala Dunia 2018 v hijau

 

Piala Dunia 2014 v abu-abu

Agregat 4-2 vs Swedia

 

Piala Dunia 2010 v abu-abu

Agregat 2-0 vs Bosnia-Herzegovina

 

Piala Dunia 2006 v hijau

 

Piala Dunia 2002 v hijau

 

Piala Dunia 1998 v merah