SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Kota berhasil amankan 15 orang yang merupakan dua kelompok besar praktek prostitusi online. Dua dari 15 orang tersebut, inisial MA (18) dan MW (25) sebagai mucikari ditetapkan tersangka. 

Kedua kelompok tersebut kerap buka praktek open BO di aplikasi michat bagi pria hidung belang. Mereka beroperasi berpindah pindah di Balikpapan, Samarinda sampai Berau. 

"Berpindah-pindah mencari pesanan yang ramai prostitusi online. Di Samarinda, Balikpapan dan Berau," jelas Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo, Senin (15/11/2021). 

Para mucikari ditetapkan tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 2 UU RI No. 22 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Gulo menambahkan, dalam kelompok prostitusi online terdapat pria penjaga yang suami siri dari Pekerja Seks Komersial (PSK). Dan ada pula rekan PSK lainnya sebagai penjaga hanya ikut makan dan numpang tidur.

"Jadi, kalau ada tamu yang memesan (PSK). Maka para penjaga terpaksa keluar dari tempat tidur sementara. Ini agak unik yang kita temukan," jelas Gulo. 

Penangkapan prostitusi online terdiri dari 7 perempuan dan 8 Laki-laki. Seluruh perempuan membuka praktek prostitusi. 

Untuk menyelidiki kasus ini, polisi mengamankan barang bukti 8 buah ponsel, 45 kartu perdana, 15 alat kontrasepsi, 10 lembar uang pecahan Rp 50 ribu, 5 lembar uang pecahan Rp 100 ribu, dan sebuah tas berwarna merah.

"Para pelaku sering ganti ganti kartu untuk beraksi prostitusi online," jelas Gulo. 

Pendapatan muncikari bervariasi, dari Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu. Bila ada pria hidung belang membayar Rp 300 ribu, maka mucikari mendapat Rp 50 ribu. Begitu juga, bila ada pembayaran Rp 400 ribu, maka mucikari mendapatkan Rp 100 ribu. 

Adapun, para PSK yang mau melayani pria hidung belang melalui mucikari karena kebutuhan hidup bagi keluarganya.