PENAJAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan menetapkan Dila Ermono Wibowo, mantan bendahara sekretariat DPRD Balikpapan masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi anggaran DPRD Balikpapan 2014-2017 dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Menariknya, Direktur PT Warigalit Wisata, Ahmad Tauhid mengeluarkan sayembara. “Bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan yang bersangkutan dan bisa ditangkap oleh pihak kejaksaan atau aparat hukum lainnya, saya yang punya kepentingan di sini akan memberikan hadiah,” kata Akhmad Tauhid. Hadiah yang dimaksudkannya itu adalah berupa umrah dan uang saku Rp 5 juta.

Dikatakannya, ia berkepentingan karena ulah DPO tersebut menyebabkan kerugian yang tidak sedikit akibat tidak terbayarnya kegiatan transportasi melalui perusahaannya. “Sebenarnya, sayembara ini sudah saya umumkan sejak lama. Ini saya beritahukan lagi setelah pihak kejaksaan mengumumkan ulang DPO,” tuturnya.

Direktur PT Warigalit Wisata, Ahmad Tauhid 

Khusus keberadaan DPO, kata lelaki bertubuh ramping itu, ia mendapatkan informasi bahwa ada yang sempat melihat Dila Ermono Wibowo sedang memancing ikan di sebuah kawasan di Penajam, Penajam Paser Utara. Informasi yang ia terima sedang digali lebih lanjut. “Barusan ada orang yang nelpon saya mengakunya bernama Fadlian Noor. Katanya, kemarin malam Sabtu melihat Dila (DPO) lagi mancing di Penajam. Kebetulan mas Fadli ini juga mancing tempatnya berdekatan. Dia call saya karena melihat dan membaca di IG yang sudah viral. Saya minta bantuan teman-teman apabila melihat keberadaan yang bersangkutan bisa langsung berhubungan dengan aparat penegak hukum,” ucapnya.

Baru-baru ini Kejari Balikpapan kembali menyiarkan DPO untuk tersangka Dila. Sebelumnya Kejari Balikpapan mengeluarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejari Balikpapan Nomor : Print -2760/Q.4.10/Fd.1/09/2017 tanggal 18 September 2017. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Balikpapan Indra Rivani mengatakan, tersangka memang sudah lama menjadi target penangkapan.

"Artinya selama ini kami bukan diam karena perkara itu sudah naik penyidikan, namun yang bersangkutan ini pihak tersangka pada saat diperiksa melarikan diri jadi kami sudah berupaya mencari sampai dengan saat ini kami terbitan DPO itu," ungkap Indra, Kamis (11/11).

Ia, seperti diwartakan media ini, juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Dila untuk  memberikan informasi, agar kasus dugaan korupsi ini menjadi terang. "Sampai saat ini kami masih melacak keberadaan Dila. Kami meminta siapapun yang memiliki informasi terkait keberadaan tersangka untuk memberikan informasi," kata Indra.

Untuk sementara, kata Indra, baru satu tersangka yang ditetapkan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Dia mengatakan peran tersangka ialah sebagai Bendahara Sekretariat DPRD Balikpapan. Namun ia tidak bisa mempertanggungjawabkan uang Rp 2 miliar di dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ).  Sementara untuk pelaku lain, diakui Indra belum bisa ditetapkan lantaran Dila belum bisa ditangkap. "Untuk tersangka lain kita belum tahu, karena tersangka Dila belum bisa dimintai keterangan," katanya.(ari/far)