Tren Covid-19 di Kota Minyak terus melandai. Angka harian hanya satu digit, bahkan beberapa kali nol. Angka vaksinasi terus menuju 100 persen.

 

BALIKPAPAN – Tenaga kesehatan terus berupaya mengejar capaian vaksinasi hingga 100 persen. Teranyar berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, vaksinasi program di Kota Minyak dalam dashboard Kementerian Kesehatan sudah mencapai 77 persen.

Sementara apabila digabung dengan vaksinasi gotong royong, capaian dosis satu sebesar 91,96 persen. Sementara dosis dua sebesar 70 persen dari vaksin program. Jika dengan gotong royong mencapai 80-an persen. “Alhamdulillah ini kerja keras semua pihak dan kesadaran masyarakat mengikuti vaksinasi,” kata Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Dia menyebutkan, vaksinasi akan masih berjalan terus untuk mengejar cakupan dosis dua. Pihaknya berharap target rampung Desember tercapai. Adapun 9 persen yang belum mendapat vaksinasi kemungkinan karena sulit keluar rumah. Misalnya lansia dan ibu rumah tangga.

Solusinya mencari sasaran dengan vaksinasi mobile. "Kita mohon bantuan RT mendata mana warga yang belum. Jadi kami yang akan datang ke rumah," tuturnya. Seperti rencana pada 15 November, DKK Balikpapan bersama BIN akan melakukan vaksinasi door to door.

Target 500 orang di Kariangau dan 1.000 orang di Graha Indah. "Daerah utara dan barat yang belum karena penduduknya banyak dan tidak ada sentra vaksinasi di sana," ucapnya. Berbeda dengan selatan, tengah, dan kota bisa datang ke Dome. Kemudian di timur sebelumnya ada Embarkasi Haji sebagai sentra vaksinasi.

Perempuan yang akrab disapa Dio ini menjelaskan, pihaknya sudah membaca rilis dari BPOM yang telah mengizinkan pemberian vaksin untuk anak berusia 6-11 tahun. Penggunaan vaksin dalam keperluan emergency. “Semua jenis vaksin untuk covid adalah izin penggunaan emergency dari BPOM,” ucapnya.

Termasuk suntikan vaksin untuk orang dewasa hingga anak. Jadi, memang penggunaannya mendesak alias emergensi. Selain izin dari BPOM, pernyataan senada juga disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah memberi rekomendasi vaksinasi untuk usia 6-11 tahun.

“Namun, untuk pelaksanaan di lapangan tetap harus menunggu surat edaran dari menteri kesehatan,” sebutnya. Apalagi saat ini anak-anak yang berada di bangku SD menjalani Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), program rutin setiap tahun, sehingga tentu harus ada jeda antara vaksin BIAS dan vaksin Covid-19.

Dio bercerita, penyebaran kasus terkonfirmasi positif di Balikpapan sejauh ini terhitung landai. Dalam sepekan, beberapa kali ditemukan penambahan nol kasus. Meski begitu, tidak boleh kendur dan santai karena kasus fluktuasi. “Rata-rata sudah di bawah satu digit kasus per hari. Mudah-mudahan bisa nol kasus terus,” harapnya. (gel/ms/k16)