BALIKPAPAN - Sebelum ibu kota negara (IKN) benar-benar berpindah ke Kaltim, Pemprov Kaltim dituntut untuk mempersiapkan pariwisata lokal. Dari sekarang harus punya mapping terkait pariwisata unggulan maupun yang tersebar di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pariwsata Kaltim Sri Wahyuni menuturkan, daerah calon IKN ini sebenarnya menyimpan begitu banyak potensi wisata tersembunyi. Tidak semua pernah datang berkunjung maupun mengetahuinya, sebab kurangnya informasi hingga paket perjalanan belum tersedia.

“Kita punya banyak destinasi, tapi untuk paket wisata sekaligus masih minim. Masih sedikit sekali agent tour travel atau biro perjalanan menawarkan paket di luar Berau atau Derawan,” tuturnya, Minggu (14/11).

Perempuan yang karib disapa Yuni tersebut menginginkan pengunjung wisatawan domestik maupun luar negeri tidak hanya mengenal Berau sebagai destinasi unggulan Kaltim, namun bisa mengeksplore lokasi atau eco wisata lainnya.

Paradise of The East. Masih banyak tempat di Kaltim belum dikenal orang. Itu bisa menjadi peluang dan mestinya sudah ditangkap para biro perjalanan atau pariwisata. Kemudian sama-sama mengembangkan. Memulai dengan menyediakan paket wisata, lama-kelamaan setelah destinasi itu berkembang nantinya bisa tersedia akses transportasi lebih memadai.

“Tidak hanya ecotourism seperti hutan, laut, kita punya sungai danau dan karst. Kita juga punya sport tourism juga. Inilah tugas kita bagaimana merajut itu. Jahit agar bisa menjadi satu-kesatuan list paket wisata di Kaltim,” sebut Yuni.

Meskipun telah disosialisasikan ke berbagai platform media, menurutnya pengalaman langsung oleh pengunjung datang ke suatu tempat merupakan sesuatu yang memiliki kontribusi serta memberikan pengaruh besar. Apalagi bila terdapat bahan ulasan menarik dan positif hingga viral dari perjalanan tersebut.

“Masyarakat lokal kita suka mengikuti tempat viral dan hits yang terbaru. Bila masyarakat lokal sudah tahu mereka bisa jadi agen informasi serta menyebarluaskannya. Tapi, bila mereka sendiri belum pernah berkunjung juga tidak mengetahui di mana letak destinasi yang dimaksud, bagaimana orang luar mau tahu dan datang,” ungkapnya.

Maka penting mengajak dan mendongkrak agar masyarakat lokal pun datang ke sana. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya di kelompok masyarakat di sekitar wilayah, namun meluas. Harga paket wisata yang ditawarkan para biro perjalanan diharapkan tidak dipatok terlalu tinggi, karena itu sering membuat calon pengunjung beralih ke lokasi lain. IKN memang memiliki potensi besar dalam menumbuhkan pariwisata.

“Yang menjadi tantangan yakni mengkolaborasikan seluruh potensi yang ada dalam merespon lanskap pariwisata di Kaltim,” tandasnya. (lil/ndu)