SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Kota mengamankan 3 orang terdiri 2 orang diantaranya berperan sebagai mucikari dan 1 korban yang diduga terlibat praktek prostitusi online. 

Tersangka dan korban diamankan di lokasi yang berbeda, dari hasil penyelidikan di lapangan rata-rata tersangka dan korban merupakan pendatang dan murni mencari uang di Kota Samarinda.

“Bukan warga Samarinda, kami telah melakukan pengecekan terhadap identitas diri tersangka maupun korban," jelas Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo SH, S. IK dalam jumpa pers Jumat (12/11/2021) lalu. 

Korban terlibat prostitusi online karena desakan ekonomi. Melalui aplikasi jejaring sosial Mechat, aktivitas prostitusi online dilakukan. 

Tim gabungan Personel Polsek Samarinda Kota dengan sudah beberapa hari ini gencar menyusur hotel dan tempat penginapan di wilayah hukum Polsek Samarinda Kota.

Ada beberapa barang bukti yang diamankan petugas diantaranya kartu perdana provider, alat kontrasepsi dan telepon genggam yang digunakan sebagai alat komunikasi (mencari pelanggan).

Tersangka yang diamankan berinisial RD (20) dan SF (21) merupakan mucikari dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 2 UU RI No. 22 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Terdapat 1 korban berinisial NA (17) yang selanjutnya akan berkordinasi dengan pihak Dinas Sosial sebagai langkah lanjutan pembinaan. (myn)