TANJUNG REDEB – Garuda Indonesia, berencana akan menutup sebanyak 97 rute penerbangan mereka. Menanggapi hal tersebut, Stanislaus Radityo selaku GM Garuda Indonesia Cabang Berau, yang dihubungi pada Jumat (12/11) mengaku, belum menerima intsruksi.

Ia mengatakan, terkait dengan penutupan tersebut, menjadi wewenang dari manajemen pusat. Sedangkan untuk Berau sendiri, diakuinya belum mendapatkan arahan untuk menutup atau tidak rute di Bandara Kalimarau. “Saya pribadi belum menerima hal itu,” ujarnya kepada Berau Post. Ia melanjutkan, untuk Berau sendiri, memang sejak Juli 2021 lalu, Garuda Indonesia belum beroprasi, hal ini dikatakannya, masih menunggu alokasi pesawat dari pusat. Ia mengatakan, dirinya sedang berupaya untuk mengupayakan agar pusat segera mengirim pesawat ke Berau.

“Ya tentunya kita berusaha ya. Bukan penutupan rute, tapi stop sementara, karena kemarin itu pandemi,” ucapnya. Lebih lanjut, Radit mengungkapkan, dirinya belum tahu sampai kapan, Garuda Indonesia kembali beroprasi di Berau, mengingat semua keputusan berada di manajemen pusat. Ia mengatakan, saat ini sedang dalam proses negoisasi dengan pusat. “Kita sudah mendapat kabar, bahwa 13 kecamatan di Berau, semuanya sudah hijau,” tutur Radit.

Radit mengatakan, untuk momen libur natal dan tahun baru, dirinya belum bisa memastikan, apakah Garuda Indonesia sudah beroprasi apa belum, yang jelas ia mengungkapkan, melihat momen tersebut, tentunya akan banyak pertimbangan. “Kalau saya pribadi, ingin segera terbang, biar ada persaingan harga,” tegasnya.

Untuk diketahui, Garuda akan memangkas rutenya dari sebanyak 237 di 2019 menjadi 140 pada 2022. Artinya, rute Garuda berkurang 97 rute. Kondisi ini akan menjadi tantangan karena sejumlah bandara bakal mengalami kelangkaan penerbangan. (hmd)