Keberadaan sampah tak selalu jadi ancaman bagi manusia dan lingkungan. Jika dikelola dengan baik dan benar, justru bisa memberi dampak positif.

 

BALIKPAPAN–Memasuki areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan Timur, kita tidak seperti berada di lokasi pembuangan sampah. Sebab, sejak dari pintu gerbang TPA, tidak tercium bau busuk lazimnya aroma sampah.

Padahal, hampir tiap hari, berton-ton sampah warga Balikpapan diangkut ke sana. Bahkan, area ini lebih mirip dengan tempat wisata, karena keasriannya dan banyak ditumbuhi pohon peneduh.

TPA Manggar adalah fasilitas milik Pemerintah Kota Balikpapan yang awalnya berdiri di atas lahan seluas sekitar 27,1 hektare. Tapi sekarang diperluas hingga 45 hektare, yang berlokasi  di Jalan Proklamasi, RT 36.

Tepatnya pada 13 Januari 2012, TPA Manggar resmi beroperasi dan hingga kini terus bersolek.  Sehingga tak hanya menjadi tempat penampungan sampah semata. Namun juga menjadi lokasi wisata edukasi. Bahkan, TPA Manggar telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2019. Karena itu, keberadaan TPA tersebut harus berfungsi secara maksimal.

TPA Manggar kini dilengkapi tiga sel landfill dengan luas total 9 hektare. TPA Sampah Manggar menerapkan system sanitary landfill yang dapat memproses air lindi (cairan yang dihasilkan dari timbunan sampah) menjadi gas metana, sehingga membuat kawasan di sekitar tidak tercemar dan bau dari timbunan sampah.

Camat Balikpapan Timur Suwandi mengatakan, TPA Manggar adalah tempat pemrosesan akhir sampah terbaik di Indonesia,  dan sangat membantu menjadikan Balikpapan menjadi kota bersih. Tempat pembuangan sampah terbaik ini juga dapat menghasilkan gas metana yang tentunya bermanfaat,  karena membantu masyarakat khususnya di sekitar area TPA.

Kawasan ini juga menjadi destinasi wisata edukasi pengelolaan sampah yang memberikan pengetahuan terhadap masyarakat, bagaimana mengelola sampah dengan cara memisahkan sampah sejak dari sumbernya. Sehingga bisa menekan jumlah sampah yang akan terbuang ke TPA Manggar.

“Kami juga sudah sosialisasikan edukasi pengelolaan sampah ini, khususnya kepada masyarakat di Kecamatan Balikpapan Timur. Karena jika masyarakat telah memahaminya, akan semakin terpilah sampah-sampah tersebut, maka akan semakin efektif yang terbuang ke TPA Manggar ini,” terang Suwandi.

Keterangan tadi disampaikan ketika menyambut dan mendampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta istri dan rombongan, ketika berkunjung ke area TPA Manggar, Kamis (11/11) lalu.

“Sehingga wajar jika Balikpapan menjadi salah satu kota ramah lingkungan. Ada tiga kota di Indonesia yang dinobatkan sebagai kota paling ramah lingkungan dan bersih sesuai kategori masing-masing. Balikpapan masuk deretan 10 kota yang dianugerahi ASEAN Environmentally Sustainable Cities,” pungkasnya. (pms/taw/ind/k8)