Terhitung sejak Jumat (12/11), tak ada lagi pasien aktif yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Berau.

 

TANJUNG REDEB–Akhirnya tercapai juga. Ya, untuk pertama kali selama pandemi, Kabupaten Berau nihil pasien Covid-19. Dan seluruh kecamatan di Berau kini sudah berstatus zona hijau. Dua pasien terakhir di Tanjung Redeb yang positif, dinyatakan sembuh, Jumat (12/11).  Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengatakan, risiko penularan masih terbuka. Sehingga jangan larut dalam euforia status saat ini. Dan tentunya warga diimbau untuk tetap taat protokol kesehatan. “Untuk vaksinasi kita, tahap satu itu baru 64 persen, sedangkan tahap duanya baru 45 persen,” katanya.

Dia menerangkan, awal mula kemunculan Covid-19 terjadi pada 30 Januari 2020, di mana 2 orang berisiko, warga negara asing (WNA) asal India. Riwayat dari Tiongkok. Dirujuk KKP Tarakan ke RSUD Dr Abdul Rivai. Dilakukan tata laksana berdasarkan kasus discarded.

Kemudian, pada 17 Februari 2020, satu WNA asal Malaysia, dirujuk dari Puskesmas Merancang menuju RSUD Dr Abdul Rivai. Dengan gejala demam, batuk pilek, pneumonia. Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui WNA tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Tawau melalui Nunukan, Tarakan. Kemudian ke Bulungan menggunakan speedboat umum. Lalu menuju Berau menggunakan angkutan darat. “Hasil pemeriksaan lab negatif,” ujarnya.

Iswahyudi melanjutkan, kemudian, pada 16 Maret, terdapat dua orang dalam pemantauan yang terdata dalam sehari. Memiliki potensi/risiko terinveksi Covid-19. Dia menuturkan, kasus pertama muncul dan heboh itu, yakni Klaster Ijtima Gowa. “Itu pada April 2020, terdapat 14 pasien pertama,” jelasnya.

Dia mengatakan, setiap bulan nyaris pasien terus bertambah, hingga pada September 2020, pasien dengan kode Berau 45, dinyatakan meninggal dan dimakamkan di pemakaman Covid-19, Jalan Bukit Ria, Tanjung Redeb. “Itu pasien pertama kita yang meninggal,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis menuturkan, dengan masuknya Berau ke PPKM Level 2 dan seluruh kecamatan sudah zona hijau, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Berau. Pasalnya, menjaga agar tetap menjadi zona hijau, tentu menjadi tanggung jawab bersama.

Dia meminta Satgas Covid-19, baik tingkat kecamatan, kelurahan, maupun RT, tetap melakukan monitoring terhadap kegiatan masyarakat. Pasalnya, risiko penularan masih terbuka. Terlebih, jika masyarakat tidak patuh prokes. “Tetap lakukan patroli, beri peneguran ke warga yang melanggar prokes,” tambahnya.

Ketua DPRD Berau Madri Pani mengungkapkan, perlahan Berau bisa terbebas dari Covid-19. Dia juga meminta Pemkab Berau untuk mengajak pihak ketiga, bergotong royong, untuk mendatangkan vaksin ke Bumi Batiwakkal. Agar capaian herd immunity bisa tercapai. “Sama-sama kita mendorong percepatan vaksinasi ini, agar Berau bisa mengurangi risiko itu,” katanya. (pro)