JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Inggris akan menjalin kerja sama yang lebih erat terkait vaksin dan bioteknologi. Salah satunya, kesediaan Indonesia menjadi hub obat dan vaksin Covid-19 bagi kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut menjadi salah satu topik bahasan Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Truss di Istana Merdeka (11/11). Sejauh ini, Indonesia telah berkomunikasi dengan Oxford University untuk mengirim lebih banyak pelajar dan peneliti.

Menurut Jokowi, pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya membangun lebih banyak hub untuk vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis. Indonesia siap menjadi hub bagi kawasan.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia senang dapat mendukung Inggris menjadi mitra wicara ASEAN. ”Saya harap kemitraan ASEAN-Inggris akan memperkuat kerja sama kita berdasar rasa saling menghormati dan saling menguntungkan,’’ jelasnya.

Setelah bertemu Jokowi, Menlu Truss melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi. Ada sejumlah pembahasan, mulai masalah bilateral, regional, hingga global yang menjadi perhatian bersama.

Mengenai pemulihan bersama dari pandemi Covid-19, Retno menuturkan bahwa Indonesia dan Inggris memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya kesetaraan vaksin dan nondiskriminasi terhadap vaksin jenis apa pun. Dia juga menghargai dukungan Inggris untuk pembagian 1 juta dosis vaksin.

Dalam jangka panjang, lanjut dia, kedua negara akan menjajaki kerja sama untuk membangun ketahanan kesehatan nasional, regional, dan global. Antara lain, penguatan kerja sama di industri farmasi dan obat-obatan, pengembangan Indonesia sebagai hubungan regional untuk produksi vaksin, dan dukungan Inggris terhadap mekanisme keuangan untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi (PPR) yang diambil oleh Gugus Tugas Keuangan dan Kesehatan G20.

Selain masalah pandemi, Retno sempat menyinggung soal COP26 dengan Inggris sebagai tuan rumahnya. Setelah itu, kedua Menlu membahas presidensi Indonesia dalam G20.

Retno memaparkan sejumlah prioritas utama presidensi Indonesia. Mulai arsitektur kesehatan global yang lebih kuat, transisi energi, hingga transisi digital. ”Saya berterima kasih kepada Inggris atas dukungannya terhadap presidensi Indonesia mulai 1 Desember 2021,” katanya. (lyn/mia/c6/fal)