LOMBOK TENGAH – Jumat hari ini (12/11), Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Sirkuit Mandalika. Selain itu, presiden akan menyaksikan pembukaan Asia Talent Cup (ATC).

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro kepada Lombok Post menuturkan, pembangunan sirkuit sudah rampung. Mulai lintasan, pit building, pit lane, tribun penonton, race control, medical center, observation deck, hingga tribun VVIP yang akan ditempati Presiden Jokowi.

Dari sisi teknis balapan ATC, semua logistik sudah siap beberapa hari lalu. Mulai logistik kendaraan motor di garasi hingga kelengkapan balapan lainnya. ’’Kalau ATC, semua logistik sudah lengkap. Hari ini (kemarin, Red) pembalapnya juga sudah datang,’’ kata Bram.

ATC merupakan kejuaraan yang diikuti 23 pembalap muda dari delapan negara Asia. Yakni, Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand, dan Turki. Event tersebut memberikan peluang bagi pembalap muda untuk meniti karier menuju MotoGP. Sebab, kejuaraan itu masih bernaung di Dorna Sport.

Di ATC, ada empat pembalap muda asal Indonesia. Saat peresmian Sirkuit Mandalika, presiden akan menggunakan sepeda motor untuk mengelilingi lintasan. Dua pembalap Indonesia bakal mengiringinya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB telah mengadakan simulasi alur layanan penonton ATC. Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTB Lalu Ahmad Nur Aulia selaku ketua penyelenggara menjelaskan, simulasi alur penonton dilakukan mulai di titik kumpul yang berlokasi di Bazaar Mandalika. Kemudian, penonton akan menjalani proses kroscek syarat prokes di tenda layanan kesehatan yang telah disediakan.

Penonton akan mendapat kartu identitas (ID card) jika memenuhi syarat prokes. Lalu, penonton dibawa menuju drop zone dengan bus. Tersedia 10 bus dengan kapasitas masing-masing 30 penumpang. ’’Penonton akan dibawa ke drop zone yang nantinya dipandu LO,’’ ucapnya.

Para penonton harus sudah divaksin dua kali dan berusia di atas 12 tahun. Mereka juga mesti membawa hasil rapid antigen negatif, memiliki aplikasi PeduliLindungi, dan mematuhi prokes selama berada di sirkuit.

Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Herman Mahaputra menyatakan siap mengawal event ATC maupun WSBK. Bahkan, tim Medical Center RSUD Provinsi NTB dilibatkan menjadi tim medis saat kunjungan presiden hari ini. ’’Kami berkolaborasi mengawal presiden. Kami telah siapkan ICU mini di Medical Center, mini hospital, dan lainnya. Sekadar backup,’’ ujar Dokter Jack, sapaannya.

Total ada 325 tenaga medis dari RSUD Provinsi NTB yang siap mengawal ATC dan WSBK Mandalika. Mereka stand by di Medical Center dan RSUD. Selain itu, ada backup dari RS Sanglah Bali, RS Fatmawati, dan RSCM. Empat helikopter juga stand by di sirkuit untuk melakukan evakuasi medis jika terjadi insiden.

Di sisi lain, Indonesia mendapat sorotan menjelang balapan World Superbike Mandalika 2021 pada 19–21 November. Beredar video tentang pembukaan kargo berisi motor milik tim Aruba.it Ducati.

Dilansir dari Speedweek, panitia lokal diduga membuka peti kargo secara ilegal milik rider Michael Rinaldi. Sebenarnya kargo itu hanya boleh dibuka oleh pihak bea cukai dan tim yang bersangkutan. Tujuannya, menghindari sabotase pihak lain.

Direktur Sport Ducati Paolo Ciabatti pun kecewa saat mendengar kabar tersebut. ’’Di dunia motorsport, peristiwa semacam ini pernah terjadi di negara-negara berkembang dan terjadi 40 tahun yang lalu,’’ tulisnya dalam Speedweek.

Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla langsung menyampaikan permintaan maaf. ’’Insiden ini di luar kontrol kami. Karyawan yang membuka kargo itu sudah dipecat,’’ terangnya dalam laporan yang sama.

Saat dihubungi Jawa Pos kemarin, Head of Operation Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Dyan Dilato menjelaskan bahwa hal itu dilakukan oknum. Dalam video yang beredar, memang salah satu oknum berpose dan terlihat mengutak-atik motor Rinaldi. ’’Dia bukan pegawai MGPA. Itu oknum. Dia terlalu gembira mau berfoto dengan motor idolanya. Intinya ketidaksengajaan dari ketidaktahuan, padahal itu (membuat video) salah,’’ tegas Dyan.

Pihaknya dan oknum tersebut sudah meminta maaf ke pihak Ducati. Pabrikan asal Italia itu pun memberikan maaf. Dyan tak ingin kasus itu dibesar-besarkan lagi karena kedua pihak sudah menyelesaikannya. ’’Tidak ada yang hilang dan tak ada yang rusak. Case closed. Intinya, kalau mau mengambil (foto) milik orang lain harus izin dulu,’’ jelasnya.

Dalam pernyataan resmi, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengatakan bahwa pemeriksaan kargo dilakukan sesuai aturan. Mereka telah mendapat izin dan didampingi pihak Dorna Sport dan bea cukai untuk membuka peti kargo demi kepentingan mengambil nomor sasis.

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah pun menyayangkan adanya pihak tak bertanggung jawab yang mendekati motor, mengambil gambar, dan memublikasikan video tanpa izin sehingga memicu kesalahpahaman. ’’Saya juga menawarkan berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagai tindak lanjut, kami memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar pit lane selama pemeriksaan,’’ tuturnya. (ton/gil/c18/fal)