JAKARTA - Pasar modal syariah Indonesia menunjukkan tren positif di tengah persebaran Covid-19 . Tercermin dari pertumbuhan investor dan nilai kapitalisasi yang meningkat signifikan. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. Dia menuturkan, kinerja positif pasar modal syariah tidak lepas dari strategi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulation Organizations (SRO). Sehingga, dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi.

“Kami mengapresiasi kemajuan yang dibangun melalui sejumlah peraturan OJK serta, roadmap pasar modal syariah yang menjadi acuan pemangku kepentingan agar pengembangan pasar modal syariah menjadi lebih terarah,” kata Ma’ruf di Sharia Investment Week, (11/11).

Dia ingin perkembangan lembaga filantropi syariah dapat terus dikembangkan. Termasuk securities crowdfunding (SCF) berbasis syariah untuk mendukung kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pasca pandemi.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida menyatakan, dukungan pemerintah dan stakeholder di sektor keuangan syariah sangat dibutuhkan. Kehadiran lembaga lembaga amil zakat, pengelola wakaf atau nazhir, serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI ) diperlukan guna memperluas akses pasar modal syariah.

Nurhaida mengatakan, OJK berupaya pasar modal syariah juga berkontribusi aktif dalam mendukung program sustainable finance. Sejalan dengan roadmap pasar modal syariah 2020-2024 produk berbasis socially responsible investment. “Saat ini, sudah ada green sukuk global dan green sukuk ritel yang diterbitkan oleh pemerintah melalui perusahaan penerbit SBSN (surat berharga syariah negara),” tandasnya.

OJK mencatat, jumlah kepemilikan efek saham syariah tumbuh 45,95 persen year-to-date (ytd) menjadi 1.060.704 investor. Dengan nilai kapitalisasinya per 29 Oktober mencapai Rp 3.683 triliun. Selain itu, dari 40 emiten baru yang melakukan Initial Public Offering (IPO) saham maupun penawaran efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2021, terdapat 30 emiten yang sahamnya memenuhi kriteria daftar efek syariah. Dan, satu melakukan penawaran umum sukuk. (han/dio)

Kinerja Pasar Modal Syariah

 

Jumlah Investor (Per 30 September 2021)

- Saham: 1.060.704 investor (tumbuh 45,96 persen ytd)

- Reksa dana: 805.867 investor (tumbuh 66,69 persen ytd)

- Sukuk korporasi: 945 investor (tumbuh 26,68 persen ytd)

 

Nilai Kapitalisasi (Per 29 Oktober 2021)

- Saham: Rp 3.683 triliun

- Reksa dana: Rp 40,95 triliun

- Sukuk korporasi: Rp 34,98 triliun

 

Sumber: OJK