SAMARINDA - Tren kunjungan wisatawan ke Kaltim masih mengalami penurunan. Hal itu tentunya tak lepas dari pengaruh Covid-19, yang membuat banyak destinasi tutup sementara. Namun, sebagian besar tempat wisata sudah terbuka dan siap menyambut wisatawan, sehingga diprediksi pada akhir tahun jumlah wisatawan bisa meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang masuk ke Kaltim pada 2019 mencapai 7.085.381 orang pada 2020 anjlok menjadi 2.884.329 orang. Begitu juga dengan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 sudah mencapai 76.003 orang, namun pada 2020 menurun menjadi 19.789 orang.

“Kini sebagian besar destinasi wisata sudah dibuka, karena Kaltim termasuk provinsi yang memiliki lebih dari setengah jumlah kabupaten dan kotanya berada pada zona kuning. Sehingga, relatif semua sudah mulai dibuka, tinggal nunggu hijau,” katanya, Rabu (10/11).

Dia menjelaskan, 2021 sebenarnya tidak seburuk 2020. Sebab, kebanyakan destinasi sudah mulai beroperasi kecuali yang dikelola pemda masih ditutup di beberapa kabupaten dan kota. Pada Januari-Mei 2021, kegiatan MICE terbatas di hotel-hotel dan tempat wisata.

Sejak Juni sampai September destinasi banyak yang kembali tutup karena PPKM. Namun, memasuki Oktober destinasi sudah buka seperti biasa karena Kaltim sudah berstatus PPKM Level 2. Hal ini diprediksi masih akan berlangsung sampai akhir tahun. Sehingga kunjungan wisatawan bisa lebih tinggi, pada akhir tahun. “Kita berharap kunjungan bisa meningkat, namun tetap harus mempertahankan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kini, menurut Sri, sudah terjadi perubahan perilaku perjalanan wisata, sebab protokol kesehatan adalah segalanya. Selain itu, diperlukan adaptasi tata kelola destinasi wisata, serta inovasi tata kelola destinasi wisata, dan managemen risiko. Saat ini, masyarakat sudah mulai antusias untuk berwisata. Meskipun masih sebatas masyarakat Kaltim dan sekitarnya, namun setidaknya ada pergerakan kunjungan.

Kini mobilitas ke destinasi-destinasi Benua Etam, seperti Maratua, Labuan Cermin, dan Derawan sudah mulai tinggi. Sehingga pihaknya berharap protokol kesehatan tetap ketat, agar Covid-19 tetap terkendali. “Kita berharap pariwisata bisa kembali bangkit, jumlah kunjungan bisa meningkat tanpa meninggalkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)