ASRAMA Haji Embarkasi Balikpapan tengah direncanakan dikomersialkan. Beberapa opsi dilirik, mulai dari hotel dan tempat pariwisata. Kepala UPT Asrama Haji Balikpapan Mukhtar mengatakan, sejak 2019, pihaknya telah memiliki rencana untuk mengomersilkan Asrama Haji.

“Bahkan sudah ada tawaran. Bangunan dan ruangan Asrama Haji ini sudah cocok untuk hotel kelas tiga. Di 2019 lalu sudah ada dari tawaran Accord dan OYO, yang menyatakan minat,” katanya, Rabu (9/11). Selain itu, lokasi di pinggir pantai bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Pihaknya menginginkan, saat di luar musim haji, bangunan tetap hidup.

Ia menjelaskan, Asrama Haji ini ketika normal hanya dipakai untuk menampung jamaah yang akan berangkat haji. Selepas itu, bangunan tidak lagi dipakai. “Jadi, hanya dipakai sekitar tiga bulan,” bebernya.

Nah, dari situ pihaknya memiliki rencana, agar Asrama Haji yang memiliki sejumlah keunggulan ini suasananya tetap hidup. Hanya saja 2020 memasuki pandemi Covid-19. Jadi, rencana yang diajukan terpaksa berhenti. “Kalau sekarang dipakai untuk vaksinasi dan tempat isolasi terpadu,” bebernya.

Kendati demikian, rencana tersebut masih belum bisa terealisasi. Pasalnya, aturan yang ada masih belum memperbolehkan untuk rencana tersebut. “Kami masih terbentur dengan aturan. Tapi, kami masih mengupayakannya. Kalau dilihat potensi, sangat berpotensi sekali untuk tempat rekreasi, hotel, dan pusat untuk ibadah,” bebernya. Pihaknya masih terus mengajukan ke provinsi dan pusat. “Kita tunggu saja,” tutupnya. (aji/ms/k15)