SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur per Agustus 2021 sebesar 6,83 persen. Jumlah ini turun 0,04 persen poin dibandingkan periode Agustus 2020, namun mengalami kenaikan 0,02 persen poin jika dibandingkan dengan Februari 2021.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwitjahyono menjelaskan TPT menurut jenis kelamin pada Agustus 2021, TPT laki-laki sebesar 7,22 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan  yang sebesar 6,13 persen. "TPT menurut jenis kelamin di Kaltim memiliki pola yang sama dengan pola nasional, yaitu mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2021 dan mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2020," jelasnya dalam rilis beberapa waktu lalu.

TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. BPS juga mencatat, dibandingkan Februari 2021, TPT laki-laki di Kaltim naik 0,04 persen poin, sedangkan TPT Perempuan cenderung tetap. Dibandingkan Agustus 2020, TPT laki-laki dan perempuan turun masing-masing sebesar 0,03 persen poin dan 0,04 persen poin.

Sementara itu, pada Agustus 2021, TPT perkotaan (7,60 persen) di Kaltim lebih tinggi dibanding TPT di daerah perdesaan (5,29 persen). Dibandingkan Februari 2021, TPT perkotaan dan perdesaan naik masing-masing sebesar 0,02 persen poin dan 0,05 persen poin.

"Namun jika dibandingkan Agustus 2020, TPT perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,40 persen poin, terbalik dengan TPT perdesaan yang mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen poin," kata Anggoro.

Adapun, jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Agustus 2021 sebanyak 1.846,55 ribu orang, turun 39,81 ribu orang dibanding Februari 2021. Sejalan dengan penurunan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun sebesar 1,97 persen poin. Penduduk yang bekerja di Kalimantan Timur sebanyak 1.720,36 ribu orang, turun sebanyak 37,54 ribu orang dari Februari 2021.

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (1,71 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pengangkutan dan Pergudangan (0,83 persen poin).

Sebanyak 920,52 ribu orang (53,51 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 1,27 persen poin dibanding Februari 2021 Persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 1,49 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 1,52 persen poin dibandingkan Februari 2021. (myn)