BALIKPAPAN-Pada Oktober 2017 sampai November 2018, sosok pria bertubuh tinggi itu pernah menjabat sebagai Kasdam VI/Mulawarman. Dua tahun berlalu, Mayjen Teguh Pudjo Rumekso, Selasa (9/11) dia pun tiba di Makodam VI/Mulawarman dengan status berbeda. Dia kembali dan menjadi Pangdam VI/Mulawarman.

Tetapi yang tak berubah, simpul senyumannya. Masih ramah, bahkan kepada awak media. Suaranya yang dalam melengkapi karismanya. Begitu sampai di gerbang utama, barusan prajurit telah menantinya. Untaian bunga melati dikalungkan ke lehernya. Bersama sang istri, Dei Susilowati, dia pun berjalan secara perlahan menuju Aula Makodam VI/Mulawarman.

Setelah beberapa menit berlalu, dia kembali muncul berdampingan bersama Mayjen Heri Wiranto mengarah ke lapangan. Kegiatan yang digelar pagi hari kemarin masih dalam rangkaian serah terima jabatan tersebut. Sekaligus pisah sambut dengan Heri, yang kini bertugas sebagai Sahli TK III KSAD Bidang Kesejahteraan Personel (Jahpers). 

Sebelum menduduki jabatan barunya, Teguh mendapat amanat sebagai Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Dia telah mengikuti serah terima jabatan 5 November 2021 lalu, di Lantai Dasar Gedung E Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa.

Diketahui, mutasi jabatan itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/943/X/2021 tanggal 25 Oktober 2021, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Jenderal bintang dua kelahiran Medan pada 20 April 1968 itu merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1991. Dari rekam jejak jabatan, Kaltim bukanlah daerah yang asing baginya.

Setelah menjadi Perwira Pertama Pussenif Kodiklat TNI AD (1991), dia pun menjadi Perwira Pertama Kodam V/Brawijaya (1992). Saat mencapai pangkat letnan kolonel, dia menjabat Dandim 0904/Tanah Grogot dan selanjutnya masuk ring 1 Istana dengan menjabat Wadan Grup B Paspampres.

Beberapa jabatan strategis pernah dipegangnya, antara lain Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi di Abepura, Jayapura, Papua. Pangkat jenderal bintang satu didapat Teguh saat dipromosikan sebagai Wadan Pussenif Kodiklatad pada 2016. Kemudian berlanjut sebagai Kasdam VI/Mulawarman.

Tahun 2018, ia sempat kembali ke Pussenif sebagai komandan. Kemudian menjabat Danpuspenerbad ketika 2020, sebelum akhirnya menjabat Pangdam VI/Mulawarman.

Saat melakukan wawancara dengan awak media, Teguh mengemukakan beberapa hal yang menjadi atensinya. Walau angka kasus kian menurun, pencegahan penyebaran Covid-19 masih menjadi fokus utamanya.

Diakui, hingga kini vaksinasi di Indonesia belum lah maksimal, termasuk di Kota Minyak karena adanya keterbatasan jumlah pasokan vaksin. “Saat ini target belum sesuai harapan kita karena masih ada keterbatasan. Ke depannya, kami harap akan lebih masif lagi,” tutur penerima penghargaan Adhi Makayasa itu.

Juga terkait keamanan wilayah dan penguatan di perbatasan. Terlebih masih maraknya penyelundupan barang ilegal. Maka sinergisitas maupun patroli harus ditingkatkan. Sebab, pos-pos tersebut tidak hanya dikawal para prajurit TNI tapi juga bersama pihak Polri.

“Di Sebatik (Kaltara) ada lima pos. Selain itu, ada Pos Marinir Angkatan Laut kemudian dari kepolisian juga ada di sana. Jadi saya pikir jumlah pos di sana sudah cukup. Tinggal bagaimana kami mengoptimalkan personel untuk mencegah kegiatan ilegal,” katanya.

Kendati perbatasan menjadi salah satu titik fokus, ia belum berencana menambah jumlah pos maupun personel. Dia lebih memilih mengoptimalkan pos dan personel yang saat ini ada. Yakni dengan lebih memperketat dan rutin menggelar patroli.

“Utamanya adalah terkait tindakan ilegal, mulai illegal logging, illegal trafficking hingga transaksi narkotika. Kalau kami tidak fokus, kegiatan ilegal nanti bisa semakin marak,” ujar pria yang pernah menjadi Komandan Upacara HUT ke-69 RI pada 17 Agustus 2014 di Istana Merdeka, Jakarta itu.

Teguh juga menjadikan program ketahanan pangan sebagai perhatiannya. Ke depan, program ketahanan pangan akan lebih dioptimalkan baik di Kaltara, Kaltim maupun Kalsel.

Sementara itu, Mayjen Heri Wiranto sang pendahulu mengucapkan selamat atas amanah yang kini dijalani Mayjen Teguh Pudjo Rumekso. Selama 16 bulan bertugas sebagai Pangdam, Heri mengaku banyak sekali pengalaman tidak terlupakan. Terlebih dia harus bertugas di tengah situasi wabah, sekaligus berjibaku melawan pandemi Covid-19.

“Kita bersama-sama mengatasi situasi, yang mana semua wilayah dihadapkan pada kondisi pandemi yang cukup tinggi. Kaltim, Kalsel, dan Kaltara termasuk daerah yang pernah menjadi angka tertinggi di Indonesia,” beber Heri. (lil/rom/k15)