Paser layak berterima kasih kepada Nur Himeldah Devtriana. Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Kaltim itu mewakili Kabupaten Paser di ajang Putri Hijab Kaltim dan menjadi pemenang atau The Winner 2021.

 

SUKSES di level provinsi, membuat Nur Himeldah Devtriana (19) melenggang ke ajang nasional mewakili Kaltim. Event tersebut akan digelar di Bandung, Jawa Barat, akhir November ini.

Melda, sapaan akrabnya, sebelumnya mengalahkan 26 peserta dari daerah lain melalui beberapa tahapan pada Juli–Oktober 2021. Ajang Putri Hijab ini juga digelar serentak di 21 provinsi lain se-Indonesia.

Juga, pemenangnya akan mewakili daerah masing-masing di tingkat nasional. “Alhamdullilah menang setelah melewati serangkaian tahapan,” kata Melda, Selasa (9/11).

Dia awalnya tidak menyangka, karena kala itu diajak teman yang sekarang juga masuk runner up. Padahal, kondisinya lagi fokus kuliah dan organisasi, namun akhirnya menjadi juara.

Melda sebelumnya meragukan capaian yang dia toreh, karena melihat puluhan peserta lain yang mengikuti audisi ini. Bahkan, dia sempat minder.

Namun, bagi dia, melakukan usaha terbaik adalah kunci terhadap sebuah hasil, hingga menjadikan terbaik dan menjadi salah satu perwakilan Provinsi Kaltim.

Melda ternyata memiliki beragam prestasi pada bidang story tellingdan public speaking. Melda memohon dukungan dari seluruh masyarakat Kaltim, khususnya Kabupaten Paser sebagai Putri Hijab asal Provinsi Kaltim untuk berlaga di kancah nasional. 

“Sebagai muslimah yang mewakili Provinsi Kaltim, saya memohon doa dan dukungan seluruh pihak. Khususnya daerah asal saya Kabupaten Paser,” tuturnya. 

Ajang ini merupakan kali kedua diikuti Kaltim dan kali pertama putri asal Kabupaten Paser tampil di level nasional. Melda berharap, dengan penobatan sebagai The Winner Putri Hijab Provinsi Kaltim 2021 dan mewakili Kaltim pada ajang Putri Hijab Indonesia, dia mampu memberi dampak positif terhadap masyarakat.

Khususnya perempuan, agar menjadikan hijab bukan hanya sebagai fashionbelaka, namun sebagai kewajiban. “Karena hijab adalah sebuah identitas mahkota perempuan muslim,” jelasnya.

Dia mengakui, kini punya tanggung jawab juga untuk menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk diketahui, selama mengikuti ajang bergengsi pada 24–27 November 2021 mendatang, Melda akan menjalani masa karantina.

Pelaksanaan menuju grand final itu akan ia jalani bersama dua rekannya yang merupakan runner up 1 dari Kabupaten Berau, dan runner up 2 dari Kabupaten Kutai Barat. Kebutuhan biaya jadi salah satu soal pada proses menuju perhelatan tersebut. (jib/kri/k8)