Syngonium masih ada dalam deretan pilihan tanaman hias yang digemari pandemic planter atau penyuka tanaman pemula. Salah satunya karena pertumbuhannya yang cepat dan variasi daun yang menarik. Perawatannya juga tak aneh-aneh.

SYNGONIUM pink milik Valentia Christina dan David Bernando sudah punya 12 daun. Warna merah muda yang kalem memang pas untuk menghiasi sudut rumah dengan beragam warna perabotan. Warna merah muda pada daun muncul karena Valentia dan David sering menjemur syngonium miliknya. Makin jarang dijemur, warna hijau pada daun baru lebih dominan daripada warna pink.

”Syngonium ini memang jenis yang variasi daunnya banyak,” ucap Valentia. Pemiliknya selalu diberi kejutan lewat daun baru. Misalnya, apa coraknya, tak ada yang bisa menebak. Apalagi pada jenis variegata. Saat tumbuh, tak semua daun memiliki corak variegata. Coraknya juga beragam, bisa hanya cipratan kecil hingga besar seperti separo bagian daun. Corak tersebut dinilai Valentia sebagai salah satu daya tarik syngonium.

Valentia mengatakan, bentuk daun usia muda dengan daun dewasa bisa berbeda jauh. Semakin dewasa, jari-jari daun makin bertambah. Bentuknya mulai berubah, dari lonjong hingga memanjang dan lancip. ”Punya syngonium itu bikin happy terus karena daun-daun mudanya lucu,” tutur Valentia, lalu senyum lebar.

Daun-daun baru syngonium mudah sekali tumbuh. Syngonium memang salah satu tanaman hias yang paling mudah dipropagasi. Untuk pemula, syngonium mudah diasuh dan mudah tumbuh. ”Jadi, orang tuh semangat, nggak khawatir takut mati malah daunnya cepat tumbuh baru,” sambung Valentia. Jika sudah merasa puas mengasuh syngonium, pegiat pemula bisa bergeser pada jenis-jenis tanaman hias lain yang perawatannya lebih manja. Misalnya, alokasia.

Sehari-hari, syngonium hanya perlu paparan sinar matahari pagi. Tak perlu terlalu panas agar tak gosong. ”Terutama jenis variegata, klorofilnya lebih sedikit jadi lebih mudah gosong,” imbuh pendiri Green Garden tersebut. Valentia menyarankan pemula untuk terlebih dulu bertanya atau meriset jenis syngonium miliknya. Sebab, ada beberapa yang suka sinar matahari langsung, ada pula yang lebih suka diletakkan di area shading.

Penyiraman syngonium cukup dilakukan 2–3 hari sekali. Syngonium termasuk tanaman yang suka air. Jika media yang digunakan sangat poros, penyiraman bisa dilakukan setiap dua hari. Penyiraman biasanya dilakukan saat media sudah setengah kering. Pengecekan media juga perlu dilakukan. ”Kalau misalnya tanah sudah tinggal sedikit karena akar juga semakin penuh, harus siap ganti pot yang lebih besar,” papar perempuan yang bekerja di bidang perbankan itu.

Valentia juga berbagi tip merawat jenis-jenis syngonium bercorak. Misalnya, syngonium aurea yellow variegata miliknya. Warna kuning dan hijau ditemukan di tiap daun yang tumbuh. ”Makin banyak corak, kita sebutnya makin menor,” imbuhnya. Makin menor, makin mahal pula harganya. Valentia menambahkan, corak menor tersebut juga bisa dimunculkan dengan menjemur syngonium. Cerahnya matahari bisa memunculkan corak-corak baru dan mendorong daun-daun baru untuk tumbuh.  (jpc)

VARIASI JENIS DAN KISARAN HARGA SYNGONIUM

• Syngonium pink dibanderol Rp 50.000–Rp 100.000 per 3–4 daun

• Syngonium pink splash di kisaran Rp 300.000 per 3–4 daun

• Syngonium pink spot dihargai hingga Rp 600.000 per 3 daun

• Syngonium Christmas dibanderol sekitar Rp 40.000 per pot

• Syngonium erythrophyllum sekitar Rp 100.000–150.000 untuk 2–4 daun

• Syngonium pink perfection bisa mencapai Rp 350.000 per 4 daun

• Syngonoim aurea di kisaran Rp 350.000–365.000 per 3 daun

*Sumber: Valentia Christina, Green Garden