BALIKPAPAN – Hujan deras terus mengguyur Kota Minyak selama dua hari terakhir. Imbasnya, warga RT 35 Kelurahan Prapatan tertimpa bencana longsor, Senin (8/11). Setidaknya ada enam rumah terdampak kiriman air bercampur lumpur tersebut. Permukiman ini bersebelahan dengan tebing perumahan area Pertamina.

Musibah terjadi pagi hari, kala warga sibuk bersiap pergi bekerja. Tepatnya sekitar pukul 08.00 Wita. Seperti yang disampaikan Jasbar, saat akan beraktivitas ke luar rumah terdengar suara bak air terjun dari kawasan atas rumahnya. “Setelah itu, langsung deras saja air turun tiba-tiba,” katanya.

Dia bercerita sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang muncul. Pagi hari hujan tersisa gerimis. Pria berusia 26 tahun ini menuturkan, selama kurang lebih setahun menempati rumah sudah mengalami longsor dua kali. Kali pertama dua bulan lalu. Kemudian kali ini kejadian kedua menjadi terparah.

“Lumpur masuk sampai teras, karena saya cepat tutup dengan pagar tidak sempat masuk rumah,” ucapnya. Sementara warga lainnya, Herman mengaku mendengar suara gemuruh dari atas tebing sesaat sebelum longsor terjadi. Dia mengatakan, longsor terjadi selama dua kali. Gelombang pertama, warga masih bisa mengatasi air bercampur lumpur yang turun. “Tapi sekitar 5 menit kemudian gelombang kedua lebih besar, air sampai penuh melebihi parit. Jadi seperti air bah,” ujar warga RT 35 Nomor 99 Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota tersebut.

Derasnya air yang turun dari tebing tak terbendung, langsung masuk memenuhi area rumah. Dia pun tak sempat menyelamatkan barang-barang, longsor sekaligus banjir lumpur tidak bisa teratasi. “Jadi mengamankan diri dulu saja karena bahaya. Lumpur masuk ke rumah sampai area belakang, tingginya sekitar selutut,” sebutnya.

Pria berusia 46 tahun ini menyebutkan, kejadian longsor sesungguhnya sudah pernah beberapa kali terjadi di daerah tersebut. Namun, kali ini merupakan yang terparah. Rumah warga dipenuhi air lumpur dengan kandungan minyak. “Rencana sementara ini kita bersihkan dulu sebisanya,” ujarnya.

Mengatasi bencana tersebut, BPBD Balikpapan telah menurunkan personel bekerja sama dengan Basarnas dan pihak Pertamina. Mereka melakukan peninjauan. Kepala BPBD Balikpapan Suseno mengatakan, penyebab longsor karena saluran drainase mengalami penyumbatan dan membuat aliran air meluap.

Ini setelah melakukan pemeriksaan di tebing yang merupakan sumber air. “Saluran drainasenya tersumbat jadi air keluar meluber dan membawa material lumpur,” tuturnya. Sehingga, personel gabungan turun melakukan aksi bersih-bersih membantu warga yang tertimpa longsor.

Terutama membersihkan drainase untuk membuka jalur air. Pembersihan saluran dilakukan agar aliran air lancar dan tak ada air yang meluber ke permukiman warga. “Parit sudah bersih. Insyaallah air yang ke sini juga berkurang. Pertamina berjanji bantu proses pembersihan sedimentasi yang ada di saluran,” tutupnya. (gel/ms/k15)