Meski pasien DBD turun dibanding 2019 dan 2020, tetap perlu adanya surveilans ketat di setiap kelurahan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk waspada lonjakan kasus.

 

BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat terjadi penurunan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama pandemi tahun ini. Beban tenaga kesehatan dalam menghadapi DBD sedikit berkurang sembari menangani penyebaran pandemi Covid-19.

Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, kasus DBD mulai menurun selama dua tahun terakhir. Hasil pengamatan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) DKK Balikpapan, jumlah kasus DBD sampai minggu ke-42 2021 tercatat ada sebanyak 378 kasus, dengan kematian sebanyak dua orang.

“Rinciannya laki-laki 194 kasus dan perempuan 184 kasus,” ujarnya. Kasus terbanyak dialami kategori anak berusia 5-14 tahun dengan total 200 kasus dan balita usia 1-4 tahun sebanyak 82 kasus. Kasus DBD tahun ini paling rendah apabila dibandingkan data dua tahun sebelumnya.

“Jumlah kasus DBD tahun 2019 sebanyak 2.841 kasus dengan kematian 12 orang. Sedangkan pada 2020 terdapat 1.198 dengan kematian 6 orang,” bebernya. Meski kasus mengalami penurunan, menurutnya tetap perlu adanya surveilans ketat DBD di setiap kelurahan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk waspada lonjakan kasus DBD. Pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk menekan kasus DBD. Selain pendataan kasus DBD di rumah sakit, tentu perlu melakukan fogging pada kasus dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif.

“Aktifkan pemberantasan sarang nyamuk dan kader jumantik di setiap kelurahan. Kemudian implementasikan inovasi kelambu air,” bebernya. Termasuk melalui surat edaran untuk penggunaan kelambu air. Cara-cara ini tetap terdepan dalam mengatasi penyebaran kasus DBD. (gel/ms/k15)