JAKARTA - Pemerintah mengumumkan rencana pemberian gelar pahlawan nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyampaikan, ada empat tokoh yang bakal diberi gelar tersebut pada 10 November ini.

Empat tokoh itu terdiri atas Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Haji Usmar Ismail dari Jakarta, dan Raden Aria Wangsakara dari Banten. "Itu pahlawan nasional yang akan dianugerahkan (gelarnya) secara resmi kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor," beber Mahfud (28/10). 

Menurut Mahfud, empat tokoh tersebut dipilih dari ratusan nama yang diajukan kepada pemerintah. Pemerintah kali ini mengutamakan dua faktor. Selain ketokohan ada juga pemerataan kedaerahan. Sampai saat ini, Sulawesi Tengah belum memiliki pahlawan nasional. Pun demikian dengan Kalimantan Timur. Sehingga Tombolotutu dan Sultan Aji Muhammad Idris dipilih untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

 Terlepas faktor itu, keempat tokoh tersebut telah berjuang dan menginspirasi Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Terkait pengumuman itu bertepatan di Hari Sumpah Pemuda, Mahfud menyatakan bahwa momen tersebut merupakan salah satu tonggak penting menuju kemerdekaan. 

Setelah pemuda dari berbagai daerah menancapkan tonggak tersebut, 17 tahun berikutnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. "Itu diraih oleh perjuangan para pahlawan dan melahirkan sikap-sikap kepahlawanan," beber Mahfud. (syn/bay)