Prokal.co, Tenggraong – Sidang Paripurna dilaksanakan oleh DPRD Kutai Kartanegara pada Senin (08/11/2021) dengan agenda pembahasan  Raperda Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kepada Perusda KSDE.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Bapemperda DPRD Kukar, Firnadi Ikhsan. Perubahan Raperda ini diusulkan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya, pada Tahun 2020 ada ada Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Kelistrikan Dan Sumber Daya Energi Menjadi Perseroan Terbatas Kukar Sejahtera Dambaan Etam (PERSERODA).

“Karena Perda tersebut maka secara otomatis tidak dapat merubah modal dasar. Jadi modalnya berasal dari pengalihan Modal Dasar Perusda KSDE ke PT KSDE (Perseroda) yang ditetapkan sebesar Rp 60 miliar,” jelasnya.

Selain itu, Firnadi mengatakan perubahan bentuk badan hukum juga akan merubah Peraturan Daerah (Perda) Berkenaan seperti peraturan daerah tentang penyertaan modal induk PT Kukar Sejahtera Dambaan Etam.

“Ada beberapa aset daerah yang sudah terinventarisir untuk menjadi modal Dasar,” sambungnya.

Adapun Aset yang dimaksudnya adalah PLTD Loa Raya, Lahan Pertanian dan Peternakan senilai 512 hektare, Saham Pemerintah di PT Graha 165 senilai Rp 12,5 Miliar, dan Saham KEP sebesar 10%. (Adv/Rh)