BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) kembali membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa dan fresh graduate pada program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge (PAC) Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021. Dua program tersebut dibuka oleh direksi dan manajemen PKT pada Senin (8/11).

SVP SDM PKT Endang Murtiningsih menjelaskan, PAC Batch 5 diikuti 21 peserta fresh graduate untuk jenjang S1. Dengan bidang kompetensi Administrasi Keuangan, Pengelolaan SDM, Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa, serta Manajemen Pengetahuan dan Pelayanan Produk. Para peserta PAC batch 5 merupakan warga Bontang, yang diseleksi PKT bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang.

Sedangkan program PAC Makmur diikuti 26 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Politeknik Kementerian Pertanian RI, dengan lokasi pemagangan di Kalimantan, Sulawesi dan Jawa Tengah. Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama PKT dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. “Totalnya ada 47 peserta yang mengikuti 2 program ini, dengan masa pemagangan selama 6 bulan,” ujar Endang.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman mengungkapkan, PAC Batch 5 merupakan program yang dikembangkan PKT bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan dan etika untuk bekal menghadapi dunia kerja. Program ini sebagai upaya PKT dalam meningkatkan kualitas SDM di Kota Bontang. Sehingga memiliki kecakapan serta kompetensi agar mampu bersaing dalam dunia kerja.

Sementara PAC MAKMUR merupakan kesinambungan dukungan PKT terhadap Program MAKMUR dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, peserta PAC Makmur akan dibimbing langsung oleh tim PKT untuk mendampingi petani di seluruh wilayah binaan. Sehingga ilmu yang dimiliki para peserta bisa membantu petani dalam mencapai optimalisasi hasil pertanian dan kesejahteraan.

“Melalui 2 program ini, kapasitas SDM dan kompetensi masyarakat sesuai bidang ilmu yang dimiliki dapat lebih ditingkatkan, serta dimanfaatkan untuk mendorong sektor pertanian dalam negeri dengan turun langsung ke lapangan,” kata Qomaruzzaman. Dirinya berharap 2 program tersebut mampu menjawab tantangan dunia kerja dan pertanian Indonesia, karena seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan pada tataran teknis dunia kerja oleh tim PKT. Sehingga bisa menjadi bekal untuk peningkatan daya saing dan kompetensi diri. “Semoga para peserta dapat meningkatkan daya kreasi dan menimba pengalaman, dengan mengaplikasikan langsung ilmu yang dimiliki pada dunia kerja sesungguhnya,” terang Qomaruzzaman.

Koordinator Kelompok Program dan Kerjasama Pendidikan BPPSDMP Kementerian Pertanian Saptorini, memberikan apresiasi terlaksananya PAC Batch 5 dan PAC Makmur PKT untuk membekali generasi muda menghadapi dunia kerja secara langsung di lapangan. Dirinya berharap program ini dapat lebih mengasah kemampuan para peserta. Khususnya mahasiswa dan alumni Politeknik Kementerian Pertanian selama penempatan di wilayah kerja PKT.

“Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang lolos, semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal memasuki dunia kerja. Saya percaya para peserta merupakan orang-orang pilihan terbaik, sehingga mampu mengikuti program ini selama 6 bulan ke depan,” ucap Saptorini. (*/nav/adv/edw)