UJOH BILANG – Perkantoran pemerintahan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus dinanti kehadirannya. Tiga kantor pemerintahan utama yang mulai dibangun sejak dua tahun lalu itu ditinjau progresnya oleh Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Yohanes Avun pada Kamis (4/11).

Wabup menuturkan, hasil pemantauan di lapangan cukup memuaskan. Hal tersebut dapat dinyatakan sesuai pembanding schedule terbaru yang telah dipatok kontraktor dengan berbagai kondisi terkini.

“Yang jelas kita mau lihat dengan jelas bagaimana pembangunan perkantoran sampai saat ini. Dan setelah kita melihat, progresnya lumayan baik,” tutur Avun saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/11).

Salah satu faktor mulai terkejarnya progres pembangunan adalah jumlah pekerja secara bertahap mulai bertambah, dari sebelumnya yang kurang setengah beraktivitas imbas PPKM, berangsur-angsur mulai berdatangan. “Sampai saat ini kan sudah ada 300 pekerja, dan dalam minggu-minggu ini ada penambahan 30 pekerja yang ditempatkan di kantor bupati,” sebut Avun.

Sementara itu, dalam reschedule yang baru, kantor bupati dan BP4D yang baru akan selesai pada Desember, sedangkan kantor DPRD selesai November ini. Saat memantau Wabup menyatakan belum ada kendala berarti karena masih dalam koridor pekerjaan dengan kondisi yang sudah diketahui, meski kontraktor kelimpungan akibat pandemi maupun kondisi Mahulu sendiri.

“Secara fisik 97 persen kantor DPRD sudah selesai, kalau kantor bupati 90 persen, Bappeda 85 persen. Saya lihat pekerjaannya tinggal pasang-pasang saja, sekat-sekat baja sudah ada, tinggal pasang kaca. Kalau tidak ada ditambah pekerjaan, bisa selesai akhir tahun untuk gedungnya saja,” ungkapnya.


Terkait pekerjaan selanjutnya seperti interior dan ornamen tentu tak kalah penting. Wabup menerangkan, tidak mesti terisi semua baru ditempati, dengan kondisi tertentu bisa saja pindah.

“Tidak juga harus semua terisi baru ditempati. Cuma kendala itu kan infrastruktur jalan yang masih tanah, terutama bila hujan. Saat ini kan fisik gedungnya, dan dalamnya juga masih proses, kita menunggu hingga ada pengerasan jalan, jadi enak bila lalu-lalang. Kita perkirakan pertengahan 2022 lah, kita paksakan. Kalau tidak dipaksakan, kita enggak ngantor-ngantor di sana,” kata Avun sembari tersenyum.

Apalagi, ungkap dia, lahan pembangunan perlu dibentuk dulu dan cukup berat medannya, perlu diperlebar dan pengerasan. “Rencana dua jalur. Kalau aspal nanti bergantung anggaran. Yang penting bisa dilewati dulu. Dana kita juga terbatas, harus berbagi slot. ada berbagai fokus, seperti dana kampung, penguatan ekonomi masyarakat dan lain-lain. Jika kita fokus semua di sini, nanti habis,” tuturnya.(*/sya/far/k16)