Pemkot membuka nomor layanan khusus atau hotline 08115432132 dan 08115865333 bagi warga untuk pengurusan BPJS Kesehatan gratis.

 

BALIKPAPAN –Pemkot Balikpapan telah berkomitmen untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan. Khususnya bagi warga Kota Beriman dengan status peserta kelas 3 dari kategori penerima bantuan iuran (PBI). Teranyar Pemkot Balikpapan akan menanggung seluruh iuran kelas 3. Tak hanya PBI.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, keputusan ini tertuang dalam Perwali Nomor 26 Tahun 2021. Wali kota memperluas jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat yang berstatus peserta BPJS Kesehatan kelas 3.

“Baik peserta yang aktif maupun memiliki tunggakan. Sedangkan bagi yang belum mendaftar silakan mendaftar,” katanya. Dia menjelaskan, progres program iuran gratis yang berjalan sebulan terakhir telah ada peningkatan peserta menjadi 139.647 jiwa yang dijamin APBD Balikpapan.

“Jumlah anggaran yang telah terserap 99,37 persen pada akhir tahun,” sebutnya. Perempuan yang akrab disapa Dio ini menuturkan, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud akan menjanjikan jumlah peserta yang ditanggung bisa terus bertambah. Jika memang ada masyarakat yang masih membutuhkan.

Apalagi semua sudah terjamin lewat terbitnya perwali. Pihaknya mengatakan, proses migrasi kepesertaan tidak mudah. Mereka dibantu oleh Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk clearing data. “Kami masih menemukan 41.411 warga yang perlu dirapikan data administrasi,” ucapnya.

Bagi peserta yang belum migrasi, solusinya Pemkot Balikpapan membuka nomor layanan khusus sejak Sabtu (6/11). Yakni hotline 08115432132 dan 08115865333. “Kami harap masyarakat yang punya pertanyaan dan menghadapi kendala jaminan kelas 3 oleh Pemkot Balikpapan bisa hubungi nomor layanan itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Rahmad Mas’ud mengatakan, pemberian iuran jaminan kesehatan gratis merupakan komitmen bersama. Sesuai perintah undang-undang negara dalam pembukaan berbunyi menjamin kesejahteraan kesehatan warganya. “Apalagi untuk warga yang tidak mampu, bagi yang mampu bisa saling subsidi,” ucapnya.

Sehingga terhitung 1 Oktober, iuran BPJS kelas 3 gratis untuk warga Kota Beriman. Termasuk jika ada penurunan kelas, pihaknya melalui kelurahan akan mengecek langsung kondisi warga layak atau tidak mengikuti kelas 3. Apabila ada warga yang berbohong akan ketahuan.

“Kalau memang tidak mampu, kami fasilitasi dan saya pastikan mereka mendapat pelayanan BPJS kelas 3 gratis,” sebutnya. Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga akan terus melakukan evaluasi untuk melihat kendala yang ada. Begitu pula antisipasi saat ada pemindahan ibu kota. 

“Mengantisipasi lonjakan penambahan warga karena Balikpapan kota penyangga ibu kota negara. Kita akan antisipasi bagaimana nanti dibicarakan bersama OPD,” tuturnya. Dia menambahkan, BPJS Kesehatan tidak perlu khawatir karena sudah ada perwali. Maka seluruh biaya akan ditanggung pemerintah daerah.

“Tolong pelayanan kepada masyarakat kami juga jangan kendur karena ini kewajiban dan tanggung jawab kita semua,” ungkapnya. Dia ingin melihat warga sejahtera dengan komitmen bersama tersebut. Langkah Pemkot Balikpapan juga mendapat apresiasi dari BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof dr Ali Ghufron Mukti menyebutkan, pihaknya mendorong daerah mencapai predikat universal health coverage (UHC). Tentu belum semua daerah bisa berhasil. Bahkan tidak banyak daerah yang sudah UHC, hanya beberapa seperti Aceh.

Sementara Balikpapan bisa memberikan iuran BPJS Kesehatan kelas 3 secara gratis dan berhasil mencapai predikat UHC sebesar 97 persen. Ini tidak mudah karena pekerja sektor informal tinggi. Namun, penyelesaian yang dimiliki wali kota Balikpapan adalah cara jitu.

Kalau menunggu satu per satu peserta ikut terlalu lama untuk mencapai UHC. “Saya melihat Balikpapan selalu terdepan, artinya menjadi contoh atau benchmark bagi daerah lain. Bahkan untuk level Indonesia, tidak hanya Kaltim. Sehingga, kami berharap daerah lain bisa mengikuti,” pungkasnya. (gel/ms/k15)