POLDA Polda Kaltim diam-diam melakukan pengawasan terkait penetapan harga tes polymerase chain reaction (PCR) yang telah diputuskan pemerintah. Yakni Rp 300 ribu untuk luar Jawa-Bali. PCR merupakan metode pemeriksaan SARS CoV-2 dengan mendeteksi DNA virus. Pengawasan itu mulai klinik, fasilitas kesehatan, rumah sakit dan lainnya yang menyediakan pelayanan tes PCR tersebut.

Sebab, sesuai edaran Kemenkes No HK.02.02/1/3843/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR Jawa-Bali maksimal Rp 275 ribu dan di luar Jawa-Bali Rp 300 ribu. “Pengawasan sudah kami lakukan jauh hari sebelumnya,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, Minggu (7/11).

Ia mengingatkan kepada klinik agar tidak memainkan harga di atas standar yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Tentunya ikuti aturan yang diterapkan oleh pemerintah. Sebab jika dilanggar, ada sanksi hukumnya,” paparnya.

Jika ada yang bandel, Yusuf menegaskan pihaknya tidak segan menindak tegas. “Wajib tindak tegas sesuai aturan. Di samping itu, saya mengimbau kepada masyarakat selalu menjalankan protokol kesehatan,” pintanya. Sampai kini, Polda Kaltim belum mendapati adanya informasi atau pun laporan masyarakat terkait harga tes PCR tersebut. “Belum ada. Pengawasan tentu berjalan,” imbuhnya. (aim/ms/k15)