JAKARTA - Masa pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 akan ditutup Senin (15/11) pekan depan. Meski waktu yang tersisa tidak banyak, jumlah pendaftar dua penyelenggara itu masih sedikit.

Hingga kemarin, baru 163 orang yang mendaftarkan diri ke sekretariat tim seleksi (timsel). Terdiri dari 91 orang calon anggota KPU dan 72 calon anggota Bawaslu. Jika dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 512 orang, pendaftar saat ini baru dikisaran 30 persen.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, masih rendahnya jumlah pendaftar hingga H-7 bisa disebabkan beberapa faktor. Dari aspek teknis, dia menilai jeda pembentukan timsel dengan masa pendaftaran cukup pendek.

"Sehingga mungkin para calon saat ini masih menyiapkan berkas administrasinya," ujarnya kepada Jawa Pos (7/11). Jika faktor ini benar, kemungkinan arus masif pendaftaran baru akan berlangsung di hari-hari terakhir.

Selain itu, lanjut dia, bisa saja menurunnya jumlah pendaftar disebabkan oleh tantangan penyelenggaraan yang tidak mudah. Akibat beban yang berat, bisa saja banyak calon yang masih mempertimbangkan lebih jauh lagi aspek resikonya. "Di 2024 nanti Pemilunya cukup kompleks, sehingga mempertimbangkan betul untuk mendaftar sebagai penyelenggara," imbuh wanita yang akrab disapa Ninis itu.  

Meski demikian, Ninis mendesak agar di sisa waktu yang ada, timsel dapat memasifkan sosialisasi. Harapannya, jumlah orang yang terketuk untuk berpartisipasi sebagai calon penyelenggara meningkat. "Mungkin bisa juga ke daerah-daerah untuk mendorong orang untuk daftar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Timsel Juri Ardiantoro mengakui minat dari masyarakat masih rendah. Namun dia optimistis, jumlah pendaftar akan mengalami peningkatan di detik-detik akhir. "Cenderung selama ini lebih banyak yg daftar akhir waktu," ujarnya. Mantan Ketua KPU itu menegaskan, upaya sosialisasi terus dilakukan. Terakhir, timsel juga menggelar sosialisasi pada Jumat (5/11) akhir pekan lalu.

Sementara itu, sejumlah incumbent diprediksi akan kembali maju. Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, dari tujuh komisioner yang ada, hanya dua yang dipastikan tidak maju. Yakni Arief Budiman yang sudah menjabat dua periode dan Evi Novida Ginting Manik. "Bu Evi kayaknya mau balik ke kampus," kata dia.

Lima komisioner lainnya, kata Pram, ada peluang maju kembali. Dia sendiri, belum memutuskan maju atau tidak karena masih mempertimbangkan banyak aspek. Namun, sebagai antisipasi jika muncul kemantapan hati, dia sudah mempersiapkan berkas.

"Syarat juga saya baru ngumpulkan, belum selesai semua syaratnya. Cuma mau jadi apa enggak ya kan harus tetap disediakan," ujarnya. Pram mengaku tidak ada persiapan khusus untuk seleksi nanti. Saat ini, dia tetap fokus menjalankan tugasnya. (far/bay)