KEPALA Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Sri Wahyuni mengunjungi Labuan Cermin, beberapa waktu lalu. Objek wisata itu berada di Kecamatan Bidukbiduk, Berau. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta masyarakat meningkatkan perekonomian melalui pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang potensial.

Menurut dia, banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya olahan nata de coco.Proses pembuatannya bisa menjadi bagian dari atraksi wisata. Juga bisa menjadi oleh-oleh khas Bidukbiduk. “Di sini banyak pohon kelapa, tapi hanya diolah standar. Lebih baik dikembangkan menjadi nata de coco,” jelasnya.

Untuk sisi daratnya, ucap dia, selain menjadi daerah tujuan wisata (DTW), banyak atraksi wisata yang bisa dilakukan. Di antaranya, mengembangkan pusat kuliner di tepi pantai Bidukbiduk, tidak perlu permanen, yang penting tertata rapi, bersih, dan menerapkan sajian menu lokal.

“Tersedianya atraksi pengolahan hasil pertanian atau kebun masyarakat dan produk olahannya, itu bisa menarik wisatawan. Saat ini saya lihat belum ada,” paparnya.

Sementara untuk Labuan Cermin, danau dengan keunikan ini bisa dikelola dengan memerhatikan batas optimum kunjungan. Untuk mempertahankan daya dukung lingkungan, dengan dukungan kajian bisa saja penggunaan bahan kimia di bagian luar tubuh dilarang, penggunaan sunblock untuk wajah, tangan, dan kaki.

Kemudian, pemantauan keselamatan pengunjung harus dengan profesional, serta guide standby di lokasi. “Display informasi tentang danau Labuan Cermin dan display apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan harus ada,” katanya.

Menurut Sri Wahyuni, Labuan Cermin saat ini sudah mendapatkan sertifikat CHSE yaitu Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment (ramah lingkungan). “Ini harus dipertahankan,” tuturnya.

Untuk segi bangunan, menurut dia, bisa membangun musala di lokasi dekat dengan Labuan Cermin, juga perbaikan fasilitas toilet, agar wisatawan merasa nyaman saat bilas atau mengganti pakaian.

“Labuan Cermin tidak perlu didandani, karena danaunya sudah sangat mempesona secara alami. Ini yang harus dipertahankan kualitasnya. Antara lain dengan menjaga daya dukung lingkungannya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, dengan masuknya Bidukbiduk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), membuat banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk membuat Bidukbiduk terus terkenal. “Untuk akses jalan, kita dapat alokasi dari PU Kaltim,” pungkasnya. (hmd/kpg/kri/k16)