MANCHESTER – Kalah, terancam dipecat, mampu meraih kemenangan, dapat dukungan lagi, tetapi kemudian kalah lagi dan siklus pun berulang. Situasi Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United memang pelik. Tapi, ujung-ujungnya, Solskjaer masih bertahan di kursi jabatannya sejak 19 Desember 2018.

Kekalahan dua gol tanpa balas dalam derbi Manchester di Old Trafford akhir pekan lalu (6/11) seolah memutar lagi siklus Solskjaer. Beruntung bagi pelatih 48 tahun asal Norwegia tersebut, agenda internasional membuat klub tidak memiliki agenda selama dua pekan.

Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan jabatan Solskjaer aman selama dua pekan ke depan. Sebab, jurnalis Bild Christian Falk mengungkapkan bahwa ada ancaman untuk posisi Solskjaer yang datang dari Moskow. Ralf Rangnick yang menjabat head of sports and development dari klub Liga Primer Rusia Lokomotiv Moskwa diklaim Falk tertarik menangani Harry Maguire dkk. ”Begitu Solskjaer dipecat, Rangnick yang akan menggantikannya,” tulis Falk di Bild.

Rangnick memang nama yang tidak banyak disebut sebagai pelatih pengganti Solskjaer. Tetapi, setelah Antonio Conte menangani Tottenham Hotspur dan Zinedine Zidane masih betah menganggur, Rangnick mungkin nama dengan kapabilitas mumpuni untuk menangani United.

Rangnick memiliki latar belakang cemerlang. Dia dikenal sebagai pencetus gegenpressing, taktik yang kemudian lebih populer oleh Juergen Klopp semasa menangani Borussia Dortmund. Taktik yang juga dianut pelatih top Jerman seperti Thomas Tuchel (Chelsea) maupun Julian Nagelsmann (Bayern Muenchen).

Perlu diketahui, sejak dua tahun lalu atau ketika tagar OleOut muncul, Rangnick disebut tertarik menangani United. Hanya, sejak 2018–2019 bersama RB Leipzig, Rangnick tidak melatih lagi. AC Milan yang meminatinya tahun lalu pun gagal mendapatkan jasa pria 63 tahun tersebut. (ren/c6/dns)