SURABAYA – Pertumbuhan ekonomi kuartal III menunjukkan perlambatan. Namun, pemerintah masih optimistis bisa mengejar target pertumbuhan tahunan di atas 4 persen.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur (Jatim) Budi Hanoto mengatakan, siklus ekonomi tak berjalan seperti masa normal. Biasanya kuartal III punya kinerja tertinggi. Namun, tiga bulan lalu tidak mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. ’’Tahun ini ada penerapan aturan kegiatan masyarakat sehingga proyeksi kuartal III tidak tercapai,” ujarnya di konferensi East Java Economic (Ejavec) 2021 akhir pekan lalu.

Kinerja pertumbuhan ekonomi pada periode Januari–September mencapai 3,23 persen. Masih lebih rendah dibandingkan dengan target 2021, yakni 4,5–5 persen.

Menurut Budi, pemerintah masih melihat kesempatan untuk bisa mencapai proyeksi akhir tahun. Apalagi, kinerja ekspor-impor September dan Oktober sudah menunjukkan perbaikan. ’’Jika didorong dengan benar, target pertumbuhan ekonomi tahunan bisa tercapai,” katanya.

Selain itu, pihaknya berupaya mencari cara untuk mendorong kinerja berbagai sektor. Salah satunya dengan menggandeng akademisi untuk merancang kebijakan berbasis keilmuan. Kebijakan yang dibuat dengan hasil riset nanti bisa memberikan efek yang lebih tepat.

’’Karena itu, forum Ejavec mengajak ekonom untuk membuat karya ilmiah. Nanti karya itu kami serahkan kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk menjadi referensi kebijakan ke depan,’’ paparnya.

Dalam forum tahun ini, pihaknya mendapatkan banyak ide. Mulai isu ekonomi syariah, digital, hingga makro. Namun, sebagian besar yang diterima memang mengenai model bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ’’UMKM memang menjadi fokus pakar ekonomi selama pandemi karena punya daya tahan lebih kuat daripada bisnis besar,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengatakan bahwa semua pemangku kepentingan memang harus terlibat dalam pemulihan ekonomi sehingga bisa mencakup semua aspek dan tepat sasaran. ’’Saya berharap nanti karya para akademisi tidak sekadar jadi tulisan. Namun, dasar untuk membuat sistem dan aturan yang baik untuk ekonomi Jatim,’’ jelasnya. (bil/c7/dio)